Rayantara.com – Kabupaten Tangerang, 16 Agustus 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Teknik Elektro Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan perbaikan, optimalisasi, dan penataan ulang infrastruktur sistem pengawasan Closed Circuit Television (CCTV) serta pembaruan instalasi kelistrikan di Pesantren Tahfizh Markaz Hadits Bilan Bin Rabah, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan pengabdian berbasis teknologi tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada Kamis, 29 Mei 2025 dan Minggu, 8 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi upaya tim PKM dalam membantu meningkatkan keamanan lingkungan pesantren sekaligus memberikan pemahaman kepada pengelola mengenai pemeliharaan sistem CCTV dan instalasi pendukungnya.
Tim PKM dipimpin oleh Ari Anggara bersama anggota Barkah Sukmayadi, Muhammad Ashfi Hasbuna, Zordan Ichsani Fitra Yanto, dan Sandi Prayogi. Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan serta mendapat dukungan dari Ketua Program Studi Teknik Elektro UNPAM, Ir. Aripin Triyanto, S.T., M.T.
Kondisi CCTV Menjadi Perhatian

(Sumber: Muhammad Ashfi Hasbuna for rayantara.com)
Sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis asrama dengan aktivitas santri yang berlangsung sepanjang hari, sistem pengawasan menjadi salah satu fasilitas penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Berdasarkan hasil survei dan evaluasi awal, tim menemukan sejumlah kendala pada sistem CCTV yang telah tersedia. Beberapa kamera mengalami kerusakan fisik maupun gangguan sistem, sementara sebagian perangkat menghasilkan kualitas gambar yang kurang optimal. Gangguan transmisi sinyal dan keterbatasan kapasitas penyimpanan pada DVR/NVR juga menjadi persoalan yang perlu ditangani.

(Sumber: Muhammad Ashfi Hasbuna for rayantara.com)
Selain perangkat CCTV, kondisi kabel jaringan LAN dan instalasi listrik di sejumlah titik, seperti area masjid dan lorong asrama, juga membutuhkan penataan dan pembaruan. Instalasi yang sudah usang dan kurang tertata berpotensi menimbulkan gangguan teknis serta risiko keselamatan kelistrikan.
Memperbaiki Infrastruktur dan Memperluas Cakupan Pengawasan
Menanggapi kondisi tersebut, tim PKM Teknik Elektro UNPAM melakukan serangkaian perbaikan dengan pendekatan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan pesantren.
Perbaikan diawali dengan pembongkaran kabel lama yang mengalami kerusakan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kabel LAN UTP Cat5e/Cat6 dan pembaruan instalasi listrik. Tim juga memasang perangkat pendukung berupa POE Switch 6-port, membuat kembali konektor RJ45 menggunakan tang crimping, serta melakukan pengujian jalur jaringan menggunakan LAN tester.
Untuk mendukung pemantauan secara langsung, tim turut memasang layar monitor LED TV sebagai pusat tampilan live view CCTV.
Selain memperbaiki perangkat dan jaringan, posisi kamera juga diatur ulang agar sudut pandangnya dapat mencakup area yang lebih luas. Beberapa titik yang menjadi fokus pengawasan antara lain gerbang utama, tempat wudhu, area parkir, lorong asrama santri, ruang kelas, hingga area ibadah masjid.
“Sistem pengawasan visual yang andal bukan sekadar sarana pengawasan, melainkan bentuk perlindungan menyeluruh bagi para santri agar dapat fokus menuntut ilmu. Melalui integrasi perangkat hardware dan jaringan yang tepat, kami berharap lingkungan pesantren menjadi jauh lebih aman dan tertata.”
— Ari Anggara, Ketua Pelaksana Tim PKM Teknik Elektro UNPAM
Tidak Hanya Memperbaiki, tetapi Juga Memberikan Edukasi

(Sumber: Muhammad Ashfi Hasbuna for rayantara.com)
Program PKM tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga memberikan edukasi agar pihak pesantren mampu melakukan pemeliharaan secara mandiri.
Tim memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada pengurus pesantren, staf operasional, serta santri senior yang ditunjuk sebagai pengelola teknis internal. Materi yang diberikan mencakup pengoperasian dasar DVR/NVR, pemutaran kembali rekaman, pencadangan data, pembersihan lensa kamera, hingga langkah troubleshooting sederhana ketika terjadi gangguan jaringan atau suplai daya.
Tim juga memberikan pemahaman mengenai etika penggunaan CCTV, khususnya terkait perlindungan privasi di area sensitif serta pentingnya menjaga keamanan data rekaman.
Sistem CCTV Kembali Berfungsi
Setelah proses perbaikan dan penataan dilakukan, sistem CCTV di lingkungan pesantren dapat kembali digunakan untuk pemantauan secara real-time. Penataan ulang kabel juga membuat instalasi menjadi lebih rapi sekaligus membantu mengurangi potensi gangguan pada jaringan dan kelistrikan.
Adapun perangkat yang diperbarui dalam kegiatan ini meliputi POE Switch 6-port, kabel LAN dan instalasi listrik, konektor RJ45, serta monitor LED TV untuk mendukung pusat pemantauan.
Cakupan pengawasan meliputi sejumlah area strategis, seperti gerbang utama, area parkir, lorong asrama, masjid, dan ruang kelas.
Mendorong Kemandirian Pengelola Pesantren
Kegiatan PKM ini memberikan manfaat tidak hanya dari sisi pemulihan fungsi teknologi, tetapi juga dari aspek peningkatan kemampuan pengelola pesantren dalam merawat dan mengoperasikan sistem.
Dengan adanya edukasi dan pelatihan, pengurus pesantren diharapkan dapat melakukan pemeriksaan dasar serta menangani gangguan sederhana tanpa selalu bergantung pada pihak luar.
Pihak Pesantren Tahfizh Markaz Hadits menyambut baik kontribusi tim PKM Teknik Elektro UNPAM. Optimalisasi sistem CCTV dinilai dapat memberikan dukungan terhadap keamanan lingkungan pesantren sekaligus membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pengelola dan para santri.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat melalui Teknologi
Kegiatan PKM ini menunjukkan bagaimana penerapan ilmu Teknik Elektro dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Perbaikan sistem CCTV, jaringan, dan instalasi kelistrikan tidak hanya menjadi bentuk penerapan kompetensi teknis mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan kemandirian teknologi di lingkungan pesantren.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, teknologi tepat guna dapat diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga ilmu yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis: Barkah Sukmayadi, Muhammad Ashfi Hasbuna, Zordan Ichsani Fitra Yanto, dan Sandi Prayogi





