Rayantara.com – Jakarta Barat, 24 Mei 2026 – Sekelompok mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berhasil mengimplementasikan sistem penerangan otomatis berbasis sensor cahaya yang dilengkapi fitur monitoring konsumsi energi listrik berbasis web di SDS Esti Bakti, Jakarta Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, yaitu Agung Saputro, Andri Nur Cahyo, dan Yogi Prasetyo, di bawah bimbingan Ir. Elfriza Rosiana, S.T., M.T., ini bertujuan membantu pihak sekolah dalam meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT).
Sistem yang diterapkan memungkinkan lampu penerangan menyala dan mati secara otomatis berdasarkan kondisi intensitas cahaya lingkungan. Selain itu, penggunaan energi listrik juga dapat dipantau secara real-time melalui platform web sehingga pengelola dapat mengetahui pola konsumsi listrik dengan lebih mudah.
Permasalahan Penerangan Manual Picu Pemborosan Energi
Penggunaan listrik yang tidak terkontrol masih menjadi salah satu permasalahan yang sering ditemukan pada fasilitas umum, termasuk lingkungan sekolah. Sistem penerangan yang masih bergantung pada pengoperasian manual membuat lampu terkadang tetap menyala ketika kondisi lingkungan sudah cukup terang atau terlambat dimatikan ketika tidak lagi digunakan.
Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan pemborosan energi, tetapi juga meningkatkan biaya operasional yang harus ditanggung oleh pengelola fasilitas. Selain itu, belum adanya sistem pemantauan konsumsi listrik membuat pihak sekolah kesulitan mengetahui seberapa besar energi yang digunakan untuk kebutuhan penerangan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa UNPAM menghadirkan solusi berupa sistem penerangan otomatis yang tidak hanya mampu mengatur penggunaan lampu, tetapi juga memberikan informasi konsumsi energi melalui sistem monitoring berbasis web.
Menggabungkan Sensor Cahaya dan Teknologi IoT

Sumber: Agung Saputro for rayantara.com
Dalam proses pengembangannya, sistem dirancang menggunakan sensor cahaya yang berfungsi mendeteksi tingkat pencahayaan di sekitar area pemasangan. Data dari sensor kemudian diproses oleh mikrokontroler untuk mengatur kondisi lampu secara otomatis.
Selain fitur otomatisasi penerangan, sistem juga dilengkapi dengan sensor pengukuran energi listrik yang mampu mencatat penggunaan daya. Data tersebut kemudian dikirim melalui jaringan internet dan ditampilkan pada dashboard berbasis web yang dapat diakses menggunakan perangkat komputer maupun telepon pintar.
Dengan sistem ini, pengelola sekolah tidak hanya memperoleh kemudahan dalam mengatur penerangan, tetapi juga dapat melakukan evaluasi penggunaan energi berdasarkan data yang tersedia.
Proses Implementasi dan Pelatihan kepada Mitra

Sumber: Agung Saputro for rayantara.com
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan kunjungan dan observasi langsung ke SDS Esti Bakti untuk mengetahui kondisi penerangan serta kebutuhan mitra. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, tim melakukan perancangan perangkat yang terdiri dari sensor cahaya, sistem pengendali lampu, sensor konsumsi energi, serta sistem komunikasi berbasis internet.
Setelah proses perancangan dan pengujian selesai dilakukan, perangkat kemudian dipasang pada beberapa area yang membutuhkan efisiensi penerangan, seperti lorong sekolah, ruang kantor, dan halaman sekolah.
Selain pemasangan perangkat, mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada pihak sekolah mengenai cara menggunakan sistem monitoring berbasis web. Pelatihan tersebut mencakup cara membaca data konsumsi energi, memahami fungsi sistem otomatisasi, serta melakukan perawatan sederhana agar perangkat dapat digunakan dalam jangka panjang.
Mendorong Kesadaran Hemat Energi di Lingkungan Sekolah

Sumber: Agung Saputro for rayantara.com
Penerapan sistem ini mendapatkan respons positif dari pihak SDS Esti Bakti. Sistem penerangan otomatis dinilai membantu mengurangi ketergantungan terhadap pengoperasian manual karena lampu dapat menyesuaikan kondisi lingkungan secara otomatis.
Selain itu, keberadaan fitur monitoring energi memberikan manfaat tambahan bagi pengelola sekolah karena data penggunaan listrik dapat dipantau secara lebih transparan. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penghematan energi ke depannya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNPAM tidak hanya menerapkan ilmu di bidang teknik elektro dan teknologi IoT, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Implementasi teknologi sederhana seperti sensor cahaya dan sistem monitoring berbasis web membuktikan bahwa inovasi digital dapat membantu menciptakan penggunaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Ke depan, sistem serupa diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan pada fasilitas lain yang memiliki kebutuhan pengelolaan energi, sehingga manfaat teknologi hemat energi dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
Penulis: Agung Saputro, Andri Nur Cahyo, dan Yogi Prasetyo





