Sampah sering dianggap sebagai masalah lingkungan, padahal jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat. Pengolahan sampah menjadi energi tidak hanya mampu mengurangi penumpukan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi juga dapat menghasilkan listrik yang mendukung kebutuhan energi masyarakat. Pemanfaatan teknologi seperti biogas dan pembangkit listrik tenaga sampah merupakan salah satu solusi yang layak dikembangkan di Indonesia.
Keberhasilan PLTSa Benowo di Kota Surabaya menjadi bukti bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan manfaat yang besar. Fasilitas ini mampu mengolah sekitar 1.600 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik hingga sekitar 11 MW melalui pemanfaatan gas metana dan teknologi gasifikasi. Keberadaan PLTSa Benowo menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat mengubah permasalahan lingkungan menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sumber: Presiden Jokowi Resmikan Instalasi PSEL Pertama Indonesia

Sumber: Muhammad Aris Sugiharto for rayantara.com
Namun, keberhasilan pengolahan sampah menjadi energi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat. Kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah akan meningkatkan efektivitas proses pengolahan serta mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu, pemerintah perlu terus memperkuat penerapan regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan merupakan langkah yang tepat untuk menghadapi tantangan lingkungan dan kebutuhan energi di masa depan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan ketahanan energi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Minum Air Putih, Kebiasaan Sederhana dengan Manfaat Besar
Penulis: Muhammad Aris Sugiharto (Mahasiswa Teknik Elektro, Universitas Pamulang)






