rayantara.com – Depok, Jawa Barat, 04 Juni 2026 — Sejumlah mahasiswa Program Studi Strata 1 Teknik Elektro Universitas Pamulang (UNPAM) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan menerapkan teknologi tepat guna berupa sistem monitoring kualitas air tawar berbasis Internet of Things (IoT).
Sistem digital pemantau kualitas air tersebut diintegrasikan dengan sumber energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sehingga mampu beroperasi secara mandiri selama 24 jam.
Kegiatan ini dilaksanakan di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Bojongsari yang berlokasi di Kampung Parung Poncol RT 03 RW 02, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Program ini bertujuan untuk membantu optimalisasi operasional pusat pembibitan ikan sekaligus menekan risiko kematian benih akibat perubahan kualitas lingkungan yang tidak terdeteksi secara cepat.
Pentingnya Monitoring Kualitas Air pada Pembibitan Ikan
Sebagai pusat pembibitan dan distribusi benih ikan air tawar, UPTD Balai Benih Ikan Bojongsari memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan penyediaan benih ikan berkualitas bagi masyarakat.
Namun dalam praktiknya, pengelolaan kualitas air masih menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan lingkungan dan pencemaran yang dapat memengaruhi kesehatan benih ikan.
Salah satu parameter terpenting dalam budidaya ikan adalah Potential of Hydrogen (pH) atau tingkat keasaman air.
Perubahan nilai pH di luar rentang ideal 6,5 hingga 8,5 dapat menyebabkan:
- stres pada benih ikan,
- gangguan sistem pernapasan,
- penurunan nafsu makan,
- meningkatnya kadar amonia beracun,
- hingga memicu pertumbuhan jamur dan bakteri patogen.
Permasalahan ini semakin kompleks karena proses pemantauan kualitas air sebelumnya masih dilakukan secara manual dan berkala, sehingga perubahan kondisi air yang terjadi secara mendadak sering kali terlambat diketahui.

Sumber : Bintang pamungkas for rayantara.com
Menggabungkan IoT dan Energi Terbarukan
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mahasiswa Teknik Elektro UNPAM menghadirkan solusi berbasis teknologi yang menggabungkan sistem monitoring digital dan energi hijau.
Program ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
- Merancang sistem monitoring kualitas air berbasis IoT.
- Menampilkan data kualitas air secara mendekati real-time.
- Memungkinkan pemantauan jarak jauh melalui smartphone maupun komputer.
- Menyediakan sumber energi mandiri melalui PLTS.
- Memberikan pelatihan operasional kepada petugas balai benih.
Melalui sistem ini, pengelola dapat memperoleh data kualitas air secara berkelanjutan sehingga keputusan budidaya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Tim Pelaksana dan Tahapan Pengembangan
Kelompok kerja PkM ini dipimpin oleh Bintang Pamungkas selaku ketua pelaksana dengan anggota:
- Muhamad Rizqi
- Puad Bagas Sanjaya
- Risna Diniati Arifin
Kegiatan ini dibimbing oleh Ojak Abdul Rozak, S.T., M.T.
Tahap awal dimulai dengan survei lokasi untuk menganalisis kebutuhan energi, kondisi instalasi kolam, serta kebutuhan perangkat monitoring yang akan digunakan.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, tim melakukan pengadaan berbagai komponen seperti:
- Panel Surya 50 Wp
- ESP32 Devkit V1
- Sensor pH
- Sensor TDS Meter
- Sensor suhu DS18B20
- LCD OLED
- Baterai 12V 5Ah
- Inverter
- MCB dan perangkat pendukung lainnya

Sumber : Bintang pamungkas for rayantara.com
Pengembangan Sistem Monitoring Berbasis Web
Setelah proses perakitan perangkat keras selesai, tim mengembangkan sistem perangkat lunak menggunakan mikrokontroler ESP32 yang diprogram melalui Arduino IDE.
Data yang diperoleh dari sensor kemudian dikirim ke platform monitoring berbasis web yang telah dikembangkan oleh tim.
Sistem tersebut memungkinkan pengguna untuk:
- melihat kondisi air secara langsung,
- memantau grafik historis,
- menyimpan data pengukuran,
- serta melakukan evaluasi kondisi kolam secara lebih akurat.
Seluruh data tersimpan dalam basis data dan dapat diakses melalui dashboard monitoring yang dirancang khusus untuk kebutuhan balai benih.
Hasil Pengujian Sistem
Setelah instalasi selesai, tim melakukan serangkaian pengujian lapangan yang meliputi:
- kalibrasi sensor,
- pengujian koneksi IoT,
- pengujian sistem PLTS,
- serta verifikasi kestabilan pasokan energi.
Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu membaca parameter air secara konsisten dengan hasil:
- Temperatur air: 24,3°C
- Nilai pH: 9,3
- Total Dissolved Solid (TDS): 65 ppm
Data tersebut berhasil ditampilkan secara langsung pada layar perangkat sekaligus tersinkronisasi ke dashboard monitoring berbasis web.
Dampak Positif bagi Balai Benih Ikan
Penerapan sistem monitoring otomatis ini mendapatkan respons positif dari pengelola UPTD Balai Benih Ikan Bojongsari.
Melalui pelatihan yang diberikan, petugas kini memiliki kemampuan untuk:
- mengoperasikan sistem monitoring,
- membaca data digital,
- melakukan pemeliharaan dasar perangkat,
- serta memahami cara kerja instalasi PLTS.
Manfaat yang paling dirasakan adalah berkurangnya ketergantungan terhadap pengukuran manual serta tersedianya sistem pemantauan kualitas air yang dapat berjalan selama 24 jam meskipun terjadi gangguan pasokan listrik dari jaringan konvensional.
Mendukung Smart Aquaculture dan Ketahanan Pangan
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menunjukkan bagaimana teknologi Internet of Things dan energi terbarukan dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung sektor perikanan.
Sistem monitoring kualitas air berbasis IoT dan PLTS yang dikembangkan mahasiswa Teknik Elektro UNPAM terbukti mampu membantu proses pengawasan kualitas air secara lebih akurat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Ke depan, sistem ini berpotensi dikembangkan dengan fitur tambahan seperti:
- notifikasi otomatis saat pH melewati batas aman,
- kendali perangkat jarak jauh,
- peningkatan stabilitas komunikasi data,
- serta integrasi dengan sistem smart aquaculture yang lebih komprehensif.
Melalui inovasi seperti ini, pemanfaatan teknologi digital di sektor perikanan diharapkan dapat terus berkembang dan mendukung peningkatan produktivitas budidaya ikan secara berkelanjutan.
Baca Juga : Mahasiswa Universitas Pamulang Kembangkan Sistem Monitoring Kualitas Air Berbasis IoT di BBI Duren Mekar
Penulis : Bintang Pamungkas, Muhamad Rizqi, Puad Bagas Sanjaya, dan Risna Diniati Arifin





