Beranda / Kesehatan / Rajin Jalan Kaki Saja Belum Cukup, Otot Juga Perlu Dilatih

Rajin Jalan Kaki Saja Belum Cukup, Otot Juga Perlu Dilatih

Belakangan ini, tren berjalan kaki semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Banyak orang mulai rutin mengejar target 8.000 hingga 10.000 langkah setiap hari karena dianggap mampu menjaga kesehatan dan membantu menurunkan berat badan. Kebiasaan ini memang memberikan banyak manfaat, tetapi bukan berarti sudah cukup untuk menjaga seluruh aspek kebugaran tubuh.

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa aktivitas fisik ideal tidak hanya mencakup latihan aerobik seperti berjalan kaki, tetapi juga latihan penguatan otot setidaknya dua kali setiap minggu. Artinya, berjalan kaki dan latihan kekuatan memiliki fungsi yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

Berjalan kaki termasuk latihan aerobik yang sangat baik untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan sirkulasi darah. Aktivitas ini juga membantu membakar kalori, mengurangi risiko penyakit jantung, serta memperbaiki suasana hati.

Namun, berjalan kaki tidak memberikan rangsangan yang cukup besar untuk mempertahankan atau meningkatkan massa dan kekuatan otot, terutama seiring bertambahnya usia. Karena itu, banyak ahli menyarankan agar latihan aerobik dipadukan dengan latihan kekuatan.

Mengapa Latihan Otot Penting?

Otot memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar membuat tubuh terlihat atletis. Massa otot membantu menjaga metabolisme, menopang sendi, meningkatkan keseimbangan, serta mengurangi risiko cedera dan osteoporosis di kemudian hari.

American College of Sports Medicine (ACSM) merekomendasikan latihan kekuatan minimal dua hingga tiga kali setiap minggu dengan melibatkan kelompok otot utama. Latihan tersebut tidak harus dilakukan di pusat kebugaran karena dapat dimulai menggunakan berat badan sendiri, resistance band, atau dumbbell ringan.

Tidak Harus Langsung Angkat Beban Berat

Banyak orang menganggap latihan otot identik dengan mengangkat beban berat di gym. Padahal, pemula dapat memulai dari gerakan sederhana seperti squat, push-up dengan modifikasi, plank, lunges, atau latihan menggunakan resistance band.

Yang terpenting adalah melatih otot secara bertahap dan konsisten. Intensitas latihan dapat ditingkatkan seiring tubuh mulai beradaptasi.

Kombinasi yang Lebih Ideal

Daripada memilih salah satu, para ahli justru menyarankan mengombinasikan latihan aerobik dan latihan kekuatan. Berjalan kaki membantu menjaga kesehatan jantung dan daya tahan tubuh, sedangkan latihan otot membantu mempertahankan fungsi tubuh dalam jangka panjang.

Kombinasi keduanya juga dapat meningkatkan kualitas hidup, menjaga postur tubuh, serta membantu seseorang tetap aktif hingga usia lanjut.

Jangan Fokus pada Langkah, Lupakan Otot

Media sosial telah membuat target langkah harian menjadi sangat populer. Banyak orang merasa sudah cukup sehat hanya karena berhasil berjalan 10.000 langkah setiap hari.

Padahal, tubuh manusia tidak hanya membutuhkan jantung yang sehat, tetapi juga otot yang kuat. Otot berperan penting dalam menjaga keseimbangan, melindungi sendi, hingga membantu kita tetap mandiri ketika usia bertambah.

Pesan yang lebih penting bukanlah memilih antara berjalan kaki atau latihan beban. Yang dibutuhkan adalah keseimbangan. Berjalan kaki tetap perlu dipertahankan karena baik untuk kesehatan kardiovaskular, tetapi melatih otot juga sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas mingguan.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan tentang mengikuti tren olahraga tertentu. Tujuan utamanya adalah membangun tubuh yang kuat, sehat, dan mampu mendukung aktivitas sehari-hari dalam jangka panjang.

Penulis : Naswa

Baca lainya Royalti Musik di Indonesia: Tanggapan Ariel NOAH

Tag: