Setiap kali kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat, kekhawatiran yang paling sering muncul adalah hilangnya lapangan kerja. Banyak orang khawatir AI akan menggantikan manusia di berbagai profesi, mulai dari administrasi hingga pekerjaan kreatif. Namun, CEO Nvidia Jensen Huang justru memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, AI tidak hanya mengubah cara manusia bekerja, tetapi juga menciptakan peluang pekerjaan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Business Insider melaporkan bahwa Huang menyebut anggapan AI hanya menghancurkan pekerjaan sebagai pandangan yang “terbalik”, karena teknologi justru meningkatkan produktivitas dan mendorong lahirnya jenis pekerjaan baru.
AI Tidak Hanya Menghilangkan Pekerjaan
Menurut Jensen Huang, banyak orang keliru karena menyamakan tugas dengan pekerjaan. AI memang mampu mengambil alih sebagian tugas yang bersifat berulang, tetapi bukan berarti seluruh profesi akan hilang. Ketika produktivitas meningkat, perusahaan justru memiliki peluang untuk berkembang dan membuka lebih banyak posisi kerja.
Dalam wawancaranya, Huang mencontohkan profesi seperti pengembang perangkat lunak, radiolog, hingga layanan pelanggan. AI memang membantu mengotomatisasi sebagian pekerjaan mereka, tetapi kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang tersebut masih tetap tinggi.
Profesi Apa yang Diperkirakan Akan Tumbuh?
Dalam berbagai kesempatan, Jensen Huang juga menyebut bahwa era AI akan meningkatkan permintaan terhadap profesi yang berkaitan dengan teknologi, kreativitas, dan pemecahan masalah. Republika, yang mengutip berbagai pernyataan Huang, menyebut beberapa profesi yang diperkirakan semakin dibutuhkan antara lain AI engineer, software developer, data scientist, robotics engineer, ahli keamanan siber, peneliti kesehatan, desainer kreatif, hingga tenaga pengajar literasi AI.
Selain profesi teknologi, Huang juga menilai pekerjaan yang membutuhkan empati, kepemimpinan, komunikasi, dan kreativitas akan semakin sulit digantikan oleh mesin. AI dipandang sebagai alat yang membantu manusia bekerja lebih cepat, bukan sebagai pengganti seluruh peran manusia.
Dunia Kerja Akan Berubah, Bukan Berakhir
Pandangan Huang berbeda dengan sebagian tokoh industri AI yang memperkirakan otomatisasi akan mengurangi banyak pekerjaan administrasi dan tingkat pemula. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa setiap revolusi teknologi memang menghilangkan beberapa jenis pekerjaan, tetapi pada saat yang sama juga melahirkan profesi baru yang sebelumnya tidak pernah ada.
TechCrunch melaporkan bahwa Huang bahkan menyebut AI sebagai salah satu peluang terbesar untuk menciptakan industri baru, mempercepat inovasi, dan membuka lapangan kerja dalam skala besar. Ia menilai perusahaan yang memanfaatkan AI akan tumbuh lebih cepat sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.
Keterampilan Menjadi Kunci
Meskipun optimistis, Jensen Huang juga menekankan bahwa dunia kerja akan berubah secara signifikan. Pekerja yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki keunggulan dibandingkan mereka yang mengabaikan perkembangan teknologi.
World Economic Forum (WEF) dalam Future of Jobs Report 2025 juga memperkirakan bahwa sebagian besar perubahan pekerjaan hingga 2030 akan dipengaruhi oleh AI, otomatisasi, dan transformasi digital. Laporan tersebut menekankan pentingnya keterampilan seperti analisis data, AI literacy, berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan belajar sepanjang hayat.
Apa yang Sebaiknya Dipersiapkan?
Jika AI terus berkembang, beberapa langkah berikut dapat membantu meningkatkan daya saing di dunia kerja:
- Pelajari dasar penggunaan AI dalam pekerjaan.
- Tingkatkan kemampuan analisis data dan literasi digital.
- Bangun keterampilan komunikasi dan kolaborasi.
- Perkuat kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah.
- Terus mengikuti perkembangan teknologi melalui pelatihan atau sertifikasi.
Kemampuan tersebut dinilai lebih sulit digantikan oleh AI dibandingkan pekerjaan yang bersifat rutin.
AI Bukan Musuh, tetapi Alat yang Harus Dipelajari
Perdebatan mengenai apakah AI akan mengambil pekerjaan manusia sering kali terlalu berfokus pada sisi negatif. Sejarah menunjukkan bahwa setiap kemajuan teknologi memang mengubah cara manusia bekerja, tetapi perubahan tersebut juga membuka peluang baru yang sebelumnya tidak pernah ada.
Melihat pesan utama dari Jensen Huang bukanlah bahwa semua orang akan aman dari dampak AI. Pesannya lebih sederhana, yaitu mereka yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki peluang lebih besar dibandingkan mereka yang mengabaikannya.
Karena itu, daripada hanya khawatir pekerjaan akan hilang, mungkin langkah yang lebih penting adalah mulai belajar menggunakan AI sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas. Dunia kerja memang akan berubah, tetapi kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi kemungkinan tetap menjadi keterampilan yang paling berharga.
Penulis : Naswa
Baca lainya Mahasiswa TI UNPAM Kembangkan SIDATA untuk Pesantren Darut Tafsir





