Empat dosen dan lima mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Pamulang (Unpam) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi dan pelatihan sistem solar panel di SMKS YAPPIKA Legok, Jalan Logam, Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Juli 2025. Kegiatan ini menyasar siswa dan guru produktif sekolah kejuruan ketenagalistrikan tersebut sebagai upaya nyata menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri energi terbarukan yang terus berkembang.
Berangkat dari Kesenjangan yang Nyata
SMKS YAPPIKA Legok adalah sekolah menengah kejuruan di bidang ketenagalistrikan yang secara geografis berada di wilayah dengan potensi penyinaran matahari tinggi dan dekat dengan kawasan industri yang aktif. Namun, di balik potensi itu, terdapat kesenjangan yang cukup mencolok: sebanyak 80 persen siswa belum pernah melakukan praktik instalasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara langsung, dan 65 persen di antaranya hanya memahami energi surya pada tataran teori semata.
Sekolah juga belum memiliki trainer PLTS, modul ajar khusus energi terbarukan, maupun perangkat pengukuran terintegrasi yang dibutuhkan untuk praktik tenaga surya. Materi energi terbarukan pun hanya disampaikan secara singkat dalam mata pelajaran instalasi listrik dasar, tanpa disertai praktik berbasis proyek. Kondisi ini mendorong tim PKM Teknik Elektro Unpam untuk hadir dan memberikan intervensi yang terstruktur.
Tujuan: Dari Teori ke Praktik Nyata
Kegiatan ini dirancang dengan tujuan utama meningkatkan kompetensi siswa dan guru dalam instalasi serta pengujian sistem PLTS secara langsung. Selain itu, tim PKM juga ingin menyediakan media pembelajaran berupa trainer PLTS dan modul ajar yang dapat digunakan sekolah secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kapasitas guru produktif agar mampu mengajarkan materi energi terbarukan secara mandiri ke depannya. Keterlibatan mahasiswa secara aktif di lapangan sekaligus menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mereka dalam mengaplikasikan ilmu teknik elektro di tengah masyarakat.
Pelaksanaan: Belajar Sambil Mengerjakan

Pelatihan berlangsung selama dua hari, masing-masing enam jam pelajaran, dengan pendekatan Project-Based Learning yang memadukan ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Sebelum pelatihan dimulai, tim terlebih dahulu melakukan observasi awal dan wawancara dengan guru untuk memetakan kondisi nyata di sekolah, mulai dari ketersediaan sarana hingga tingkat pemahaman awal siswa.
Hari pertama dibuka dengan sesi registrasi, dilanjutkan pre-test dan ice breaking untuk mengukur pemahaman awal siswa. Dosen kemudian menyampaikan materi teori secara interaktif, mencakup konsep dasar energi surya, prinsip kerja panel surya, jenis dan karakteristik komponen PLTS, serta keselamatan kerja. Setelah sesi teori, dilakukan demonstrasi instalasi sistem PLTS menggunakan trainer yang telah disiapkan, yang terdiri atas panel surya, solar charge controller, baterai, inverter, dan beban listrik sederhana.
Pada sesi praktik, 35 siswa dibagi menjadi empat kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi langsung oleh satu mahasiswa Unpam yang berperan sebagai fasilitator lapangan, sementara dosen bertindak sebagai narasumber dan pengawas keseluruhan. Pola ini terbukti efektif: siswa tidak hanya menerima ilmu dari dosen, tetapi juga belajar secara lebih cair dan personal bersama mahasiswa yang usianya lebih dekat dengan mereka.
Tiga guru produktif sekolah turut dilibatkan sebagai co-instructor selama proses praktik, sehingga mereka mendapatkan pengalaman langsung yang akan berguna untuk pelaksanaan pembelajaran selanjutnya. Di akhir kegiatan, dilakukan workshop perhitungan sistem solar panel, sesi tanya jawab, dan post-test untuk mengukur capaian belajar.
Hasil dan Dampak: Angka Bicara
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rata-rata pemahaman pengetahuan siswa melonjak dari 57,1 pada pre-test menjadi 81,2 pada post-test—kenaikan sebesar 24,1 poin—dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 89 persen. Peningkatan tertinggi tercatat pada indikator pemahaman fungsi solar charge controller dan alur kerja sistem PLTS, yang sebelumnya justru menjadi materi dengan penguasaan paling rendah.
Di sisi keterampilan praktik, nilai rata-rata meningkat dari 50,6 menjadi 68,9. Meski ketuntasan keterampilan baru mencapai 39 persen—angka yang wajar mengingat durasi pelatihan yang terbatas—tren peningkatan terlihat merata di seluruh indikator, mulai dari identifikasi komponen, pengkabelan sistem, pengaturan solar charge controller, hingga penerapan prosedur keselamatan kerja. Sikap dan minat siswa terhadap pembelajaran energi terbarukan pun menunjukkan perubahan positif, terutama dalam hal motivasi belajar dan persepsi terhadap efektivitas pelatihan berbasis praktik.
“Lewat kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori di kelas. Mereka memegang langsung komponen, merangkai sistem, dan melihat sendiri bagaimana listrik bisa dihasilkan dari sinar matahari.”
— Ir. Kartika Sekarsari, S.T., M.T. — Dosen Pembimbing PKM, Universitas Pamulang
Luaran nyata kegiatan ini adalah tersedianya satu set trainer PLTS dan satu modul pembelajaran yang kini menjadi milik sekolah untuk digunakan secara permanen dalam kegiatan praktik. Tiga guru produktif juga telah mendapatkan pendampingan intensif pasca-pelatihan selama dua minggu, sehingga siap mengimplementasikan materi PLTS secara mandiri dalam kurikulum.
Langkah Kecil, Dampak Jangka Panjang

Kegiatan PKM ini membuktikan bahwa kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat mampu menghadirkan dampak yang nyata dan terukur. Sekolah mendapatkan media praktik permanen, guru memperoleh bekal mengajar yang lebih kuat, dan siswa mendapatkan pengalaman langsung yang selama ini absen dari pembelajaran mereka.
Ke depan, tim PKM berharap SMKS YAPPIKA dapat mengintegrasikan penggunaan trainer PLTS dalam praktik rutin minimal dua kali per semester melalui proyek mandiri siswa. Model pelatihan kolaboratif dosen-mahasiswa ini pun dinilai layak untuk direplikasi di sekolah-sekolah vokasi lain, sebagai kontribusi nyata Program Studi Teknik Elektro Unpam dalam mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia.
Tim PKM
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Pamulang. Tim dosen yang terlibat terdiri atas Ir. Kartika Sekarsari, S.T., M.T., Ir. Elfirza Rosiana, S.T., M.T., Faraida Nafiri, S.T., M.Sc., serta Syaiful Rizal, S.T., M.T.
Sementara itu, tim mahasiswa yang berkontribusi dalam kegiatan ini adalah Hasan Azhari, Fajar Putra Ramadhan, Muhammad Taufik Firdaus, Imam Nurhakim, dan Dwi Hendrawan yang turut berperan aktif dalam mendampingi peserta selama pelatihan berlangsung.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan, sekaligus mencerminkan komitmen Program Studi Teknik Elektro Universitas Pamulang dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang aplikatif, kolaboratif, dan berdampak.
Penulis: Hasan Azhari, Fajar Putra Ramadhan, Muhammad Taufik Firdaus, Imam Nurhakim, dan Dwi Hendrawan





