Beranda / Sosial / Pengalaman Kerja Ada, Tapi Kenapa Tetap Sulit Pindah Bidang?

Pengalaman Kerja Ada, Tapi Kenapa Tetap Sulit Pindah Bidang?

Pernah mendengar keluhan seperti ini?

“Pengalaman saya admin, tapi setiap melamar posisi lain, perusahaan seperti tidak percaya kalau saya bisa mengerjakannya.”

Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi diam-diam menjadi kegelisahan banyak pencari kerja. Terutama bagi mereka yang sudah beberapa tahun bekerja dan ingin mencoba jalur karier yang berbeda.

Di satu sisi, perusahaan selalu meminta kandidat yang memiliki pengalaman. Namun di sisi lain, ketika seseorang mencoba keluar dari bidang yang selama ini ditekuni, pengalaman yang dimiliki justru sering dianggap terlalu spesifik.

Akibatnya, banyak orang merasa terjebak dalam satu kotak pekerjaan yang sulit ditinggalkan.

Ketika Pengalaman Menjadi Label

Saat masih kuliah atau baru lulus, banyak orang menerima pekerjaan pertama dengan satu tujuan sederhana: mendapatkan pengalaman.

Nasihat seperti “yang penting kerja dulu” memang tidak salah. Pengalaman kerja memang penting sebagai bekal memasuki dunia profesional.

Namun, ada realitas yang sering baru disadari beberapa tahun kemudian. Pengalaman kerja yang dimiliki ternyata bisa berubah menjadi label.

Seseorang yang bekerja sebagai admin selama tiga atau empat tahun misalnya, sering kali langsung dianggap hanya cocok untuk posisi administrasi. Padahal selama bekerja, tugas yang dijalankan bisa jauh lebih luas daripada sekadar menginput data atau mengarsipkan dokumen.

Banyak admin yang terbiasa membuat laporan, mengelola database, berkoordinasi dengan berbagai divisi, berkomunikasi dengan pelanggan, bahkan membantu proses operasional perusahaan.

Sayangnya, yang pertama kali dilihat oleh perekrut sering kali adalah nama jabatan.

Dunia Kerja Tidak Selalu Sesederhana Nama Posisi

Ilustrasi Wanita Bekerja sebagai admin
Sumber: magnific.com

Dalam proses rekrutmen, perekrut biasanya harus menyaring ratusan CV dalam waktu yang terbatas. Tidak heran jika mereka mencari pola yang paling mudah dikenali.

Ketika melihat seseorang pernah menjadi admin, asumsi yang muncul adalah kandidat tersebut memiliki kemampuan administrasi. Ketika melihat pengalaman sebagai customer service, yang terlihat adalah kemampuan melayani pelanggan.

Padahal kemampuan seseorang sering kali berkembang jauh melampaui nama jabatannya.

Seorang admin mungkin memiliki kemampuan analisis data yang baik. Seorang operator mungkin terbiasa memimpin tim kecil di lapangan. Seorang customer service bisa saja memiliki kemampuan komunikasi dan negosiasi yang sangat kuat.

Masalahnya, kemampuan-kemampuan tersebut tidak selalu terlihat jika hanya membaca nama posisi pekerjaan.

Mengapa Banyak Orang Ingin Beralih Karier?

Seiring bertambahnya pengalaman, tidak sedikit pekerja yang mulai mencari tantangan baru. Ada yang ingin memperoleh jenjang karier yang lebih baik, ada yang menemukan minat baru, dan ada pula yang merasa kemampuan yang dimiliki sebenarnya lebih cocok digunakan di bidang lain.

Fenomena ini semakin umum terjadi. Dunia kerja saat ini tidak lagi sepenuhnya berjalan dalam garis lurus.

Seseorang bisa memulai karier sebagai staf administrasi, lalu berkembang menjadi analis data. Ada yang berawal sebagai teknisi, kemudian menjadi supervisor. Bahkan tidak sedikit yang berpindah bidang sama sekali setelah menemukan peluang yang lebih sesuai dengan kemampuan mereka.

Perpindahan karier bukan sesuatu yang aneh. Namun, proses untuk mendapatkan kesempatan pertama di bidang baru sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Bukan Kurang Mampu, Tapi Belum Terlihat

Sering kali hambatannya bukan karena seseorang tidak mampu mengerjakan pekerjaan baru. Hambatannya justru karena kemampuan tersebut belum terlihat di mata perusahaan.

Di sinilah pentingnya cara menyusun CV dan menjelaskan pengalaman kerja.

Daripada hanya menuliskan jabatan, kandidat perlu menjelaskan apa saja yang benar-benar dikerjakan selama bekerja.

Misalnya, daripada hanya menulis “Admin”, akan lebih kuat jika dijelaskan bahwa pekerjaan tersebut mencakup pengelolaan database, penyusunan laporan operasional, koordinasi antarbagian, hingga pengolahan data yang mendukung pengambilan keputusan.

Dengan cara tersebut, perusahaan tidak hanya melihat jabatan, tetapi juga memahami kemampuan yang dimiliki kandidat.

Pengalaman Tidak Pernah Sia-Sia

Pada akhirnya, pengalaman kerja bukan sekadar tentang pernah bekerja di posisi apa. Yang lebih penting adalah keterampilan apa yang berhasil dibangun selama menjalani pekerjaan tersebut.

Tidak semua orang akan menghabiskan hidupnya di satu bidang yang sama. Ada yang bertahan karena memang menyukainya, ada pula yang memilih berkembang ke arah yang berbeda.

Karena itu, bagi mereka yang sedang berusaha berpindah jalur karier, mungkin tantangannya bukan mengubah masa lalu, melainkan belajar menjelaskan pengalaman yang sudah dimiliki dengan lebih baik.

Sebab terkadang, perbedaan antara CV yang diabaikan dan CV yang dipanggil untuk wawancara bukan terletak pada pengalaman kerjanya, melainkan pada bagaimana pengalaman itu diceritakan.

Bagaimana menurutmu?

Apakah kamu pernah merasa pengalaman kerja yang dimiliki justru membuatmu sulit mencoba bidang baru? Atau mungkin sedang berada di fase mengirim puluhan lamaran kerja tanpa mendapat respons yang sesuai harapan?

Rayantara membuka ruang bagi pembaca untuk berbagi pengalaman, opini, maupun sudut pandang terkait dunia kerja, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari. Siapa tahu, cerita yang kamu alami juga dirasakan oleh banyak orang lainnya.

Sampaikan pendapatmu melalui Rayantara:
Klik di sini!

Penulis: Rifat Ardan Sany

Baca juga: Ketika CV yang Baik Belum Tentu Membuka Pintu Kerja

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *