Beranda / Opini / Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Wajah Ketimpangan di Balik Terang Kota

Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Wajah Ketimpangan di Balik Terang Kota

bandung.kompas.com

Indonesia terus mencatat berbagai kemajuan pembangunan. Kota-kota besar dipenuhi gedung modern, jaringan internet semakin luas, dan teknologi digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik capaian tersebut, masih ada masyarakat yang menjalani aktivitas tanpa akses listrik yang layak selama puluhan tahun.

Kondisi ini bukan sekadar persoalan penerangan pada malam hari. Ketiadaan listrik memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, hingga akses terhadap informasi. Ketika sebagian masyarakat menikmati kemajuan teknologi, sebagian lainnya masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar.

Listrik Menjadi Fondasi Pembangunan

Listrik bukan lagi fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat. Kehadirannya memungkinkan anak-anak belajar pada malam hari, pelaku usaha menjalankan produksi lebih efisien, fasilitas kesehatan memberikan pelayanan optimal, serta masyarakat mengakses informasi dan layanan digital.

Tanpa listrik, peluang untuk meningkatkan kesejahteraan menjadi jauh lebih terbatas. Akibatnya, kesenjangan pembangunan antarwilayah semakin sulit dipersempit.

Ketimpangan Infrastruktur Masih Terjadi

Pemerintah terus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional melalui pembangunan jaringan dan pembangkit di berbagai daerah. Namun, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau membuat pemerataan infrastruktur masih menghadapi tantangan besar.

Wilayah terpencil, pegunungan, dan kepulauan terluar sering membutuhkan biaya pembangunan yang lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan. Meski demikian, tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan sebagian masyarakat hidup tanpa akses listrik dalam waktu yang sangat lama.

Dampaknya Terasa pada Pendidikan dan Ekonomi

Ketika listrik belum tersedia, proses belajar mengajar ikut terdampak. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari, sekolah terbatas memanfaatkan teknologi, dan akses internet menjadi semakin sulit.

Di sektor ekonomi, pelaku usaha tidak dapat menggunakan peralatan produksi modern sehingga produktivitas tetap rendah. Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan ekonomi lokal dan memperlebar jarak kesejahteraan dengan wilayah yang telah memiliki infrastruktur memadai.

Pemerataan Membutuhkan Kolaborasi

Pemerataan listrik tidak hanya bergantung pada pembangunan jaringan konvensional. Pemerintah, badan usaha, dan masyarakat dapat memperluas pemanfaatan energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya skala kecil atau sistem energi berbasis komunitas di wilayah yang sulit dijangkau jaringan utama.

Pendekatan tersebut memberi peluang untuk mempercepat akses listrik sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan. Dengan inovasi dan kolaborasi, daerah terpencil memiliki kesempatan lebih besar menikmati layanan listrik yang andal.

Mewujudkan Keadilan Energi bagi Seluruh Warga

Pembangunan yang berhasil tidak hanya terlihat dari megahnya infrastruktur di kota besar, tetapi juga dari kemampuan negara menghadirkan layanan dasar bagi seluruh masyarakat tanpa memandang lokasi tempat tinggal. Akses listrik yang merata akan membuka peluang pendidikan yang lebih baik, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan memperkuat kualitas layanan publik.

Karena itu, pemerataan energi perlu menjadi bagian dari komitmen jangka panjang agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri.

Kesimpulan

Masih adanya masyarakat yang hidup tanpa listrik selama puluhan tahun menunjukkan bahwa ketimpangan pembangunan belum sepenuhnya teratasi. Listrik bukan sekadar sumber energi, melainkan fondasi bagi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan. Memperluas akses listrik hingga ke wilayah terpencil bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga langkah nyata untuk menghadirkan keadilan dan kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penulis : Naswa

Baca lainya Mahasiswa TI UNPAM Sukses Bangun Sistem Monitoring Proyek PT Prima Persada Cakra Buana

Tag: