Tantangan Monitoring Jaringan yang Masih Dilakukan Secara Manual
PT Hipernet Indodata membutuhkan sistem pemantauan jaringan yang lebih responsif dan terpusat. Sebelum sistem dikembangkan, perusahaan menghadapi beberapa kendala utama, mulai dari risiko human error akibat pemantauan manual, lambatnya proses deteksi gangguan yang dapat menyebabkan downtime, hingga belum tersedianya database log historis untuk membantu analisis anomali jaringan.
Melihat kebutuhan tersebut, tim mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang yang terdiri dari Deni Mulyawan, Lamanda Lintang Lestari, dan Muhamad Aliyudin melakukan pengembangan sistem melalui metode Prototype. Sistem yang dikembangkan mengusung judul “Sistem Manajemen Perangkat Jaringan Berbasis Automation dan Chatbot AI Menggunakan Model Pengembangan Prototype (Studi Kasus: PT Hipernet Indodata)”.

sumber: Lamanda Lintang Lestari for rayantara.com
Mengembangkan Sistem Jaringan Otomatis Berbasis Teknologi Modern
Proyek ini dilaksanakan sejak Januari hingga Juni 2026 di PT Hipernet Indodata, Graha Hyper, Jakarta. Pengembangan dilakukan di bawah bimbingan Octaviana Anugrah Ade Purnama sebagai dosen pembimbing dan Fernandus Bua sebagai pembimbing lapangan.
Sistem yang dibangun menggunakan arsitektur Client-Server berbasis Single Page Application (SPA) dengan teknologi React.js 18, Node.js 20, Express.js, serta database MySQL. Platform ini dirancang untuk mendukung pemantauan jaringan secara terus menerus selama 24 jam.

sumber: Lamanda Lintang Lestari for rayantara.com
Delapan Modul Utama untuk Mendukung Operasional Jaringan
Sistem yang dapat diakses melalui browser ini memiliki pembagian hak akses menggunakan Role-Based Access Control (RBAC). Beberapa fitur utama yang dikembangkan meliputi:
- Autentikasi & User: Mengelola login aman berbasis JWT, pembarian hak akses role, dan perekaman jejak Audit Log.
- Network Monitoring: Menarik metrik kritis (CPU, memori, bandwidth) otomatis setiap 5 menit via SNMP untuk divisualisasikan pada NOC Dashboard dan peta interaktif.
- Network Automation: Mengeksekusi perintah jarak jauh via SSH secara paralel untuk otomasi VLAN, static routing, manajemen akun perangkat, dan backup konfigurasi otomatis.
- AI Chatbot Assistant: Fitur percakapan cerdas ditenagai Claude AI untuk diagnosis kondisi jaringan real-time menggunakan bahasa natural.
- IT Resource Management: Mengelola database internal karyawan IT, penugasan aset, serta tiket kerja (Work Assignment) tim NOC.
- Laporan & Analitik: Pembuatan dan pengunduhan laporan kinerja jaringan (SLA dan log otomasi) otomatis berformat Excel (.xlsx) dan CSV.
- Pengaturan & Dokumentasi: Konfigurasi interval polling SNMP, email SMTP (nodemailer) untuk alert instan, dan dokumentasi 130+ endpoint REST API via Swagger.
- Notifikasi & Pendukung: Manajemen pusat notifikasi in-app real-time pada navbar dan halaman fallback eror.

sumber: Lamanda Lintang Lestari for rayantara.com

sumber: Lamanda Lintang Lestari for rayantara.com

sumber: Lamanda Lintang Lestari for rayantara.com
Kolaborasi Kampus dan Industri Dorong Transformasi Digital
Proyek ini telah dilengkapi dengan dokumentasi implementasi fisik dan tampilan dashboard sistem secara terperinci. Saat ini, sistem berada pada tahap pembelajaran kepada karyawan agar tim internal IT dapat beradaptasi. PT Hipernet Indodata memberikan tanggapan sangat positif karena platform ini berhasil mengotomasi pemantauan, mempercepat deteksi dini gangguan, menyediakan data log historis 6 bulan untuk audit, serta menghasilkan luaran akademik berupa jurnal nasional dan HKI.
Baca juga: Mahasiswa UNPAM Kembangkan Aplikasi Android Barli Dental untuk Permudah Reservasi dan Antrian Pasien
Penulis: Lamanda Lintang Lestari






