Beranda / Teknologi / Digitalisasi Administrasi, Mahasiswa Unpam Rancang Sistem Keuangan RT Berbasis Web di Pondok Betung

Digitalisasi Administrasi, Mahasiswa Unpam Rancang Sistem Keuangan RT Berbasis Web di Pondok Betung

Rayantara.com – Tangerang Selatan, 30 Mei 2026 – Dua mahasiswa Program Studi Teknik Informatika S-1, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang (Unpam), sukses melaksanakan kegiatan Kerja Praktik (KP) dengan merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Pengelolaan Kas RT Berbasis Web. Proyek inovatif ini dilaksanakan sejak tanggal 27 Maret 2026 – 26 Mei 2026 dan diterapkan secara nyata pada lingkungan RT 011/RW 01 Kampung Aren II, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Program pengabdian dan inovasi digital ini digagas oleh Misbachuddin dan Shabrina Thufailah. Melalui bimbingan intensif dari dosen Program Studi Teknik Informatika Unpam, Bapak Jupron, S.Kom., M.Kom., tim mahasiswa berhasil mentransformasi tata kelola administrasi keuangan lingkungan dari metode konvensional ke dalam ekosistem digital yang modern, akurat, dan transparan.

Tantangan Pengelolaan Kas Swadaya secara Konvensional

Lingkungan RT 011/RW 01 Kelurahan Pondok Betung merupakan salah satu kawasan padat penduduk yang sangat aktif dalam mengelola dana swadaya masyarakat. Dana ini bersumber dari iuran wajib bulanan sebesar Rp50.000 per Kepala Keluarga (KK), dengan total cakupan wilayah yang cukup luas hingga mencapai 120 KK. Akumulasi dana iuran rutin tersebut menjadi pilar utama yang menggerakkan berbagai program operasional lapangan yang vital di masyarakat.

Beberapa alokasi penting dari dana kas tersebut meliputi insentif rutin bulanan untuk petugas keamanan siskamling, pengadaan logistik berkala untuk kegiatan kerja bakti warga, penyediaan dana sosial khusus berupa santunan kematian (PIKWA), hingga pemeliharaan dana taktis darurat untuk kesehatan warga yang membutuhkan bantuan cepat. Mengingat besarnya perputaran dana dan luasnya cakupan warga, pengelolaan keuangan yang rapi menjadi kebutuhan utama yang mutlak diperlukan bagi kepengurusan RT.

mahasiswa wawancara
Dokumentasi Sesi Wawancara Dengan Ketua RT 11
Sumber gambar: Misbachuddin for rayantara.com

Namun, sebelum adanya intervensi sistem informasi yang baru ini, jajaran pengurus RT menghadapi tantangan birokrasi dan administratif yang cukup besar. Bendahara lingkungan masih sangat mengandalkan metode pencatatan konvensional, yaitu menulis setiap transaksi kas masuk dan keluar secara manual pada buku besar fisik. Sebagian data lainnya dicatat secara terpisah menggunakan lembar kerja spreadsheet Excel sederhana yang belum terintegrasi satu sama lain. Ketergantungan penuh pada metode manual ini memicu rentetan kendala operasional yang berulang di lapangan setiap bulannya.

Kendala yang paling sering terjadi adalah tingginya risiko kesalahan hitung nominal angka (human error) saat perpindahan data, lambatnya proses pelacakan riwayat pembayaran serta verifikasi status tunggakan iuran dari ratusan Kepala Keluarga, hingga kerentanan dokumen buku besar fisik tersebut mengalami kerusakan atau hilang akibat faktor lingkungan yang tidak terduga. Selain itu, bendahara membutuhkan waktu yang sangat lama untuk merangkum seluruh rincian transaksi menjadi sebuah neraca laporan keuangan bulanan yang utuh. Akibatnya, penyampaian laporan transparansi finansial yang ditunggu oleh warga sering kali mengalami keterlambatan dan kurang optimal.

Inovasi Framework Laravel dan React.js Sebagai Solusi Digital

Melihat urgensi yang terjadi di lingkungan masyarakat tersebut, Misbachuddin dan Shabrina Thufailah bergerak cepat untuk menghadirkan solusi konkret berupa infrastruktur digital yang terintegrasi di bawah arahan dosen pembimbing mereka, Bapak Jupron, S.Kom., M.Kom. Aplikasi keuangan berbasis web ini dibangun dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, yaitu menggunakan kombinasi framework Laravel pada sisi server (backend) serta pustaka React.js dengan bantuan bundler Vite yang responsif pada sisi klien (frontend). Keseluruhan arsitektur data tersebut didukung penuh oleh sistem manajemen basis data MySQL yang aman.

Sistem informasi ini dirancang secara khusus dengan menyematkan fitur pembatasan hak akses (role-based access control) untuk memisahkan wewenang pengguna secara jelas. Hak akses tersebut dibagi menjadi dua peran utama, yaitu peran Bendahara sebagai pengelola penuh data finansial dan peran Warga sebagai pihak yang dapat mengakses laporan transparansi secara mandiri. Melalui kehadiran aplikasi berbasis web ini, seluruh proses rekapitulasi data iuran bulanan kini dapat berjalan secara otomatis dan real-time.

Dokumentasi Tampilan Dashboard Website
Sumber : Misbachuddin for rayantara.com

Bendahara lingkungan tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk menulis pembukuan. Pengurus kini dapat menginput data kas masuk, mencatat nota digital untuk pengeluaran kas keluar, menyaring data Kepala Keluarga yang memiliki tunggakan iuran secara instan dalam hitungan detik, hingga mengunduh seluruh dokumen laporan pertanggungjawaban keuangan ke dalam format dokumen Excel (.xlsx) hanya dengan menekan satu tombol klik. Di sisi lain, warga RT 011/RW 01 dapat dengan mudah dan fleksibel memantau riwayat pembayaran iuran berkala mereka secara mandiri kapan saja melalui dashboard transparansi yang disediakan oleh sistem.

Dampak Positif dan Transparansi Menuju Tata Kelola Lingkungan “JUARA”

Implementasi sistem informasi pengelolaan kas ini membawa dampak positif yang sangat signifikan terhadap kelancaran operasional birokrasi dan administrasi di lingkungan RT 011/RW 01 Kelurahan Pondok Betung. Langkah digitalisasi ini secara nyata sukses mewujudkan prinsip-prinsip tata kelola lingkungan yang jujur, adil, responsif, dan amanah (JUARA). Pengurus lingkungan merasa sangat terbantu karena beban administrasi yang awalnya rumit kini menjadi jauh lebih praktis dan minim kesalahan data finansial.

Kolaborasi yang apik antara dunia akademik melalui program mahasiswa Universitas Pamulang dan aparatur masyarakat di tingkat rukun tetangga ini menjadi bukti nyata yang kuat. Inovasi teknologi yang dikembangkan secara tepat guna terbukti mampu melahirkan solusi digital yang tidak hanya fungsional dan solutif, tetapi juga memberikan dampak positif langsung dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lapisan masyarakat yang paling dasar. Kegiatan Kerja Praktik ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lingkungan RT lainnya di wilayah Tangerang Selatan untuk mulai beralih menuju ekosistem digital demi tata kelola kas yang lebih transparan dan akuntabel.

Penulis: Misbachuddin dan Shabrina Thufailah

Baca Juga : Digitalisasi Administrasi, Mahasiswa Unpam Rancang Sistem Keuangan Berbasis Web di MIS Nurul Falah Ciputat

Tag:

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *