rayantara.com – JAKARTA SELATAN, 21 Juni 2026 – Dua mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM), Vernanda Iqbal dan Riski Santoso, berhasil menyelesaikan kegiatan Kerja Praktik (KP) di lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui pengembangan sistem bertajuk “Rancang Bangun Sistem Monitoring Isu Siber Otomatis Berbasis Data Feeding Telegram.” Kegiatan ini dilaksanakan selama periode 10 Maret hingga 10 Juni 2026 pada unit yang bergerak di bidang Cyber Security.
Program Kerja Praktik ini dilaksanakan di bawah bimbingan Maulana Ardhiansyah, S.Kom., M.Kom. selaku dosen pembimbing dari Universitas Pamulang serta didampingi oleh Fran Hay, S.Kom., Penata III/c (NIP: 199107192018021001), sebagai pembimbing lapangan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Menjawab Tantangan Monitoring Informasi Siber
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat turut meningkatkan jumlah informasi dan isu keamanan siber yang beredar melalui berbagai kanal digital, termasuk grup Telegram yang menjadi salah satu sumber informasi komunitas siber. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses monitoring karena petugas harus membaca dan menganalisis sejumlah besar informasi secara manual.
Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang merancang sebuah sistem monitoring otomatis yang mampu membantu proses pemantauan isu siber secara lebih cepat, terstruktur, dan efisien melalui pemanfaatan data feeding Telegram.

Sumber : Vernanda iqbal for rayantara.com
Pengembangan Sistem Monitoring Berbasis Data Feeding Telegram
Selama pelaksanaan Kerja Praktik, mahasiswa melakukan berbagai tahapan pengembangan sistem yang diawali dengan observasi lapangan, analisis kebutuhan pengguna, perancangan sistem, implementasi aplikasi, hingga proses pengujian.
Melalui koordinasi dan diskusi bersama pembimbing lapangan, sistem dirancang untuk mendukung proses monitoring informasi siber yang bersumber dari berbagai grup Telegram terkait keamanan siber. Data yang diperoleh kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk dashboard yang mudah dipahami sehingga mempermudah proses pemantauan dan analisis informasi.
Sistem ini diharapkan mampu membantu meningkatkan efektivitas monitoring dengan mengurangi proses pemantauan manual yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

Sumber : Vernanda iqbal for rayantara.com
Dashboard Monitoring Real-Time dan Klasifikasi Isu Siber
Aplikasi yang berhasil dikembangkan dilengkapi dengan berbagai fitur utama yang mendukung kebutuhan monitoring informasi siber, antara lain:
- Login Administrator
- Dashboard Monitoring
- Grafik Aktivitas Telegram
- Klasifikasi Isu Siber
- Monitoring Otomatis
- Manajemen Data Pengguna
Dashboard sistem mampu menampilkan visualisasi data secara real-time sehingga pengguna dapat memperoleh gambaran kondisi informasi siber secara lebih cepat dan akurat. Selain itu, fitur klasifikasi isu membantu proses identifikasi informasi yang relevan sehingga memudahkan pengguna dalam melakukan analisis lebih lanjut.
Presentasi dan Serah Terima Sistem
Setelah seluruh tahapan pengembangan dan pengujian selesai dilaksanakan, mahasiswa melakukan presentasi hasil proyek kepada pihak Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Dalam presentasi tersebut, tim memaparkan cara kerja aplikasi, fitur-fitur utama yang tersedia, serta manfaat yang dapat diperoleh dari implementasi sistem monitoring isu siber otomatis berbasis data feeding Telegram. Kegiatan Kerja Praktik kemudian ditutup dengan penyerahan hasil sistem kepada pihak instansi sebagai bentuk implementasi dan pertanggungjawaban atas proyek yang telah dikembangkan.

Sumber : Vernanda iqbal for rayantara.com
Implementasi Ilmu Mahasiswa di Bidang Cyber Security
Menurut dosen pembimbing, Maulana Ardhiansyah, S.Kom., M.Kom., kegiatan Kerja Praktik merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik langsung di dunia kerja.
“Melalui Kerja Praktik, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta meningkatkan keterampilan pemecahan masalah yang dibutuhkan di era digital saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan sistem monitoring isu siber di lingkungan instansi pemerintah menjadi pengalaman yang berharga untuk memahami kebutuhan teknologi informasi secara nyata, sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang keamanan siber dan pengembangan sistem berbasis data.
Mendapat Apresiasi dari Kementerian Pertahanan
Pihak Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap sistem “Rancang Bangun Sistem Monitoring Isu Siber Otomatis Berbasis Data Feeding Telegram” yang berhasil dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Pamulang.
Menurut pihak instansi, sistem tersebut mampu membantu proses pemantauan isu siber secara lebih cepat, terstruktur, dan efisien melalui penyajian data yang berjalan secara otomatis dan real-time. Selain itu, dashboard yang dikembangkan dinilai memudahkan pengguna dalam melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh sehingga dapat mendukung kegiatan monitoring di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan Kerja Praktik ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung di bidang Cyber Security, tetapi juga berhasil menghadirkan solusi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi instansi pemerintah dalam mendukung proses monitoring informasi siber secara modern dan terintegrasi.
Baca Juga : Mahasiswa TI Kembangkan Sistem Booking Salon via WhatsApp
Penulis : Vernanda Iqbal dan Riski Santoso






