Ada masa ketika sebuah hubungan terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi ternyata menyimpan banyak hal yang tidak pernah benar-benar dibicarakan. Pernah berada di posisi ketika komunikasi mulai berubah, perhatian tidak lagi terasa sama, atau sebuah masalah kecil justru menjadi pertengkaran panjang.
Pengalaman seperti itu mungkin tidak asing bagi banyak orang. Dari sana, muncul satu pertanyaan sederhana: apakah hubungan yang sehat memang harus selalu berjalan tanpa masalah?
Jawabannya tentu tidak.
Perbedaan Bukan Berarti Hubungan Tidak Sehat
Dalam sebuah hubungan, perbedaan pendapat hampir tidak mungkin dihindari. Dua orang bisa memiliki cara berpikir, kebiasaan, dan cara menunjukkan kasih sayang yang berbeda.
Ada kalanya perbedaan tersebut menjadi sumber pertengkaran. Namun, dari pengalaman yang sering terjadi dalam hubungan, bukan pertengkarannya yang selalu menjadi persoalan, melainkan bagaimana keduanya memilih untuk menghadapi setelah pertengkaran itu terjadi.
Hubungan yang sehat seharusnya memberikan ruang untuk berbicara tanpa membuat salah satu pihak merasa takut untuk menyampaikan perasaan.
Menurut psikolog dan peneliti hubungan John Gottman, konflik dalam hubungan tidak selalu menjadi tanda bahwa hubungan tersebut buruk. Cara pasangan mengelola konflik justru menjadi salah satu hal penting dalam menentukan kualitas hubungan.
Komunikasi yang Terlambat Sering Menjadi Masalah
Terkadang seseorang memilih diam karena tidak ingin memperbesar masalah. Awalnya mungkin terasa lebih mudah. Namun, perasaan yang terus disimpan dapat berubah menjadi kecewa yang menumpuk.
Hal sederhana seperti “aku tidak apa-apa” juga terkadang justru menyimpan banyak hal yang sebenarnya ingin disampaikan.
Dari situ terlihat bahwa komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang keberanian untuk jujur dan kesediaan untuk mendengarkan.
Tidak semua masalah membutuhkan jawaban cepat. Ada kalanya pasangan hanya perlu didengarkan tanpa langsung menghakimi atau mencari siapa yang paling benar.
Bertahan Tidak Berarti Harus Selalu Mengalah
Dalam hubungan, mengalah memang terkadang diperlukan. Namun, jika hanya satu pihak yang terus mengalah, lama-kelamaan hubungan bisa terasa berat sebelah.
Pernah berada di titik ketika seseorang mulai bertanya dalam hati, “Kenapa hanya aku yang berusaha?” merupakan pengalaman yang mungkin pernah dirasakan banyak orang.
Hubungan seharusnya menjadi tempat bagi dua orang untuk tumbuh, bukan tempat salah satu pihak kehilangan dirinya sendiri demi mempertahankan hubungan.
Tentu, setiap hubungan memiliki masalahnya masing-masing. Kesalahan juga masih bisa diperbaiki selama ada kemauan untuk berubah dari kedua pihak.
Cinta yang Dewasa Tidak Harus Sempurna

(Sumber gambar: magnific.com)
Pada akhirnya, hubungan yang sehat bukan hubungan yang tidak pernah bertengkar atau tidak pernah mengecewakan. Hubungan yang sehat adalah ketika dua orang masih mampu saling menghargai meskipun sedang berbeda pendapat.
Ada permintaan maaf setelah melakukan kesalahan. Ada usaha untuk memperbaiki keadaan. Ada batas yang dihargai. Dan yang paling penting, tidak ada pihak yang merasa harus kehilangan dirinya sendiri agar hubungan tetap bertahan.
Mungkin semakin dewasa, cinta bukan lagi tentang mencari hubungan yang sempurna. Cinta justru tentang menemukan seseorang yang bersedia belajar bersama ketika hubungan sedang tidak baik-baik saja.
Sebab, hubungan tidak hanya diuji ketika semuanya terasa indah. Justru ketika masalah datang, di situlah terlihat apakah dua orang benar-benar sedang membangun hubungan bersama atau hanya berusaha mempertahankannya sendirian.
Baca juga: Rumah Bukan Selalu Tempat, Kadang Ia Adalah Seseorang
Penulis: Fitri Nur
Sumber gambar: magnific.com






