Beranda / Opini / Buah Bit: Antara Manfaat Kesehatan dan Rasa yang Tidak Semua Orang Suka

Buah Bit: Antara Manfaat Kesehatan dan Rasa yang Tidak Semua Orang Suka

Buah bit mungkin belum sepopuler jeruk, apel, atau mangga. Namun, warna merah keunguannya membuat tanaman ini mudah dikenali. Belakangan, bit juga semakin sering ditemukan dalam menu jus, smoothie, hingga berbagai olahan makanan sehat.

Di balik warnanya yang mencolok, bit ternyata menyimpan sejumlah zat gizi yang menarik untuk diperhatikan.

Bukan Sekadar Buah Berwarna Merah

Bit mengandung serat, folat, kalium, magnesium, vitamin C, serta senyawa alami bernama betalain yang memberikan warna khas pada bit. Cleveland Clinic melalui ahli diet terdaftar Taylor Flannery, RD, LD, menjelaskan bahwa bit dapat menjadi salah satu cara untuk menambah serat dan berbagai nutrisi ke dalam makanan.

Bit juga dikenal sebagai salah satu sumber alami nitrat. Di dalam tubuh, nitrat dapat diubah menjadi nitric oxide yang berperan dalam membantu pelebaran pembuluh darah. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi bit atau nitrat dari sayuran dapat memberikan pengaruh terhadap fungsi pembuluh darah dan tekanan darah.

Namun, hal tersebut bukan berarti bit dapat dianggap sebagai obat. Pola makan secara keseluruhan tetap jauh lebih penting daripada mengandalkan satu jenis makanan.

Rasa yang Tidak Semua Orang Sukai

Di balik warna cantiknya, bit memiliki rasa yang cukup khas. Sebagian orang menyukainya karena rasa manis alaminya, sedangkan sebagian lainnya kurang menyukai aroma dan sensasi earthy yang dimilikinya.

Karena itu, bit sering dicampurkan dengan buah lain seperti apel, jeruk, atau nanas. Pengolahan tersebut bukan hanya membuat rasanya lebih mudah diterima, tetapi juga dapat membuat konsumsi buah dan sayuran terasa lebih menyenangkan.

Jangan Terjebak dengan Label “Superfood”

Istilah superfood terkadang membuat sebuah bahan makanan seolah-olah mampu memberikan semua manfaat kesehatan. Padahal, tidak ada satu makanan yang dapat menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan.

Dr. Walter Willett, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, juga menekankan bahwa manfaat nitrat dalam pola makan tidak bisa dilihat secara terpisah dari berbagai komponen makanan lainnya.

Artinya, mengonsumsi bit boleh saja menjadi bagian dari kebiasaan makan sehat, tetapi tetap perlu disertai makanan bergizi lainnya.

Jus Bit Bukan Berarti Semakin Banyak Semakin Baik

Bit dapat dikonsumsi secara langsung, dimasak, dijadikan salad, smoothie, maupun jus. Jika dibuat menjadi jus, penggunaan gula tambahan perlu diperhatikan agar minuman tersebut tidak berubah menjadi minuman tinggi gula.

Selain itu, konsumsi bit dapat membuat urine atau feses berwarna merah muda hingga kemerahan. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat pigmen alami bit dan umumnya tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang aneh.

Pada akhirnya, daya tarik buah bit bukan hanya terletak pada warnanya. Ada nutrisi dan senyawa alami yang membuatnya layak menjadi bagian dari pola makan yang beragam.

Bit memang bukan makanan ajaib. Namun, justru di situlah letak pentingnya: makanan sehat tidak harus selalu dianggap sebagai solusi instan. Cukup dipahami, dikonsumsi secara wajar, dan ditempatkan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Baca juga: Bitter but Better: Mengapa Pare Layak Masuk Menu Harian?

Penulis: Fitri Nur

Sumber gambar: Magnific.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *