rayantara.com – Tangerang Selatan, 11 Juni 2026 – Dalam upaya mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) mengembangkan Sistem Informasi Perpustakaan berbasis mobile untuk SMA Mutiara Insan Nusantara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Kerja Praktik (KP) mahasiswa dengan pendampingan dosen pembimbing, Nurhalimah, S.Kom., M.Kom.
Proyek ini dikerjakan oleh tiga mahasiswa Universitas Pamulang, yaitu Muhammad Irzadul Ibat, Ramadhan Nurkholis Dzaki, dan Jonathan Pramudita Perdana. Melalui kegiatan tersebut, tim berupaya menghadirkan solusi teknologi yang mampu membantu pengelolaan perpustakaan sekolah agar lebih terstruktur, efisien, dan mudah dipantau.
Mendorong Digitalisasi Pengelolaan Perpustakaan Sekolah
Pengembangan sistem ini berangkat dari kondisi pengelolaan perpustakaan di SMA Mutiara Insan Nusantara yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional. Berbagai aktivitas seperti pencatatan katalog buku, pendataan kunjungan siswa, transaksi peminjaman dan pengembalian buku, hingga penyusunan laporan masih mengandalkan proses manual.

Sumber : Jonathan Pramudita for rayantara.com
Metode tersebut dinilai kurang efektif karena membutuhkan waktu lebih lama dalam pencarian data, berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, serta menyulitkan petugas perpustakaan dalam menyusun laporan secara cepat dan akurat.
Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa merancang sebuah sistem informasi perpustakaan berbasis mobile yang mampu mengintegrasikan berbagai aktivitas administrasi perpustakaan ke dalam satu aplikasi yang lebih praktis dan terorganisir.
Dikembangkan Menggunakan Flutter dan Supabase
Untuk mewujudkan sistem yang responsif dan mudah digunakan, aplikasi dikembangkan menggunakan framework Flutter dengan bahasa pemrograman Dart. Sementara itu, Supabase digunakan sebagai basis data daring untuk mendukung penyimpanan data secara terpusat dan real-time.
Pemilihan teknologi ini dilakukan agar sistem dapat berjalan secara optimal serta memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik bagi pustakawan dalam mengelola seluruh aktivitas perpustakaan.

Sumber : Jonathan Pramudita for rayantara.com
Fitur Lengkap untuk Mendukung Operasional Perpustakaan
Aplikasi yang dikembangkan memiliki berbagai fitur yang dirancang sesuai kebutuhan perpustakaan sekolah. Beberapa fitur utama yang tersedia meliputi halaman login, dashboard informasi perpustakaan, pengelolaan data buku, pencatatan kunjungan siswa, transaksi peminjaman dan pengembalian buku, riwayat pengembalian, notifikasi batas waktu pengembalian, laporan, hingga pengelolaan akun pengguna.
Melalui fitur-fitur tersebut, seluruh aktivitas perpustakaan dapat terdokumentasi secara digital sehingga memudahkan proses monitoring maupun pengelolaan data.
Dashboard Informasi untuk Monitoring Aktivitas Perpustakaan
Pada halaman dashboard, pengguna dapat melihat berbagai informasi penting secara ringkas, seperti jumlah buku yang sedang dipinjam, total kunjungan perpustakaan, jumlah katalog buku yang tersedia, serta data buku yang telah dikembalikan.

Sumber : Jonathan Pramudita for rayantara.com
Tampilan dashboard ini membantu pustakawan memperoleh gambaran kondisi perpustakaan secara cepat sebelum mengakses fitur pengelolaan yang lebih detail.
Mempermudah Pengelolaan Buku dan Data Kunjungan
Fitur pengelolaan buku memungkinkan pustakawan menambahkan, mengubah, menghapus, serta melihat detail koleksi buku yang tersedia. Dengan sistem yang terkomputerisasi, proses pencarian dan pengelolaan data buku menjadi lebih mudah dibandingkan metode pencatatan manual.
Selain itu, aplikasi juga menyediakan fitur pencatatan kunjungan siswa yang dapat diperbarui berdasarkan tanggal, dicari, maupun difilter sesuai kebutuhan. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau tingkat aktivitas perpustakaan sekaligus mendukung kebutuhan pelaporan.
Mendukung Transaksi Peminjaman dan Pengembalian Buku
Untuk mendukung kegiatan sirkulasi buku, aplikasi dilengkapi fitur peminjaman dan pengembalian yang terintegrasi. Pustakawan dapat mencatat transaksi peminjaman secara digital, sementara sistem akan secara otomatis memperbarui status buku ketika proses pengembalian dilakukan.
Aplikasi juga menyediakan fitur notifikasi batas waktu pengembalian yang membantu pengguna memantau keterlambatan pengembalian buku sehingga pengelolaan koleksi menjadi lebih tertib.
Pengembangan Sistem Menggunakan Metode Waterfall
Dalam proses pengembangannya, tim menerapkan metode Waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan.
Pada tahap awal, tim melakukan observasi dan wawancara untuk memahami alur kerja perpustakaan serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pengguna. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan sistem dan fitur yang akan dikembangkan.
Proses perancangan dilakukan menggunakan Unified Modeling Language (UML), seperti Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, dan Class Diagram. Selain itu, tim juga menyusun rancangan basis data menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD), normalisasi data, serta Logical Record Structure (LRS) untuk memastikan sistem dapat berjalan secara optimal.
Hasil Pengujian Menunjukkan Sistem Berjalan dengan Baik
Setelah proses pengembangan selesai, aplikasi diuji menggunakan metode Black Box Testing yang berfokus pada pengujian fungsi sistem dari sudut pandang pengguna.

Sumber : Jonathan Pramudita for rayantara.com
Berbagai fitur seperti login, dashboard, data kunjungan, data buku, transaksi peminjaman, pengembalian, riwayat transaksi, notifikasi, laporan, dan profil pengguna berhasil berjalan sesuai dengan skenario yang telah ditentukan.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi perpustakaan berbasis mobile mampu membantu proses pengelolaan perpustakaan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan metode manual yang sebelumnya digunakan.
Memberikan Manfaat bagi Sekolah dan Mahasiswa
Penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di SMA Mutiara Insan Nusantara. Dengan sistem yang lebih terkomputerisasi, pustakawan dapat melakukan pencatatan data dengan lebih cepat, memantau transaksi buku secara lebih mudah, serta menyusun laporan secara lebih terorganisir.
Bagi mahasiswa, kegiatan Kerja Praktik ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan proses pengembangan perangkat lunak secara langsung, mulai dari identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, hingga pengujian aplikasi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana solusi teknologi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Sumber : Jonathan Pramudita for rayantara.com
Dosen Pembimbing Dorong Mahasiswa Terapkan Ilmu Secara Nyata
Menurut dosen pembimbing, Nurhalimah, S.Kom., M.Kom., kegiatan Kerja Praktik menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan dunia kerja yang sesungguhnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis dalam pengembangan perangkat lunak, tetapi juga belajar memahami kebutuhan pengguna, berkomunikasi dengan mitra, serta mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang dibutuhkan dalam dunia profesional.
Kesimpulan
Melalui pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan berbasis mobile ini, mahasiswa Universitas Pamulang berhasil menghadirkan solusi digital yang mampu membantu SMA Mutiara Insan Nusantara dalam mengelola layanan perpustakaan secara lebih efektif dan terintegrasi.
Ke depan, sistem ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan perpustakaan bagi pustakawan, guru, maupun siswa. Inovasi ini juga menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi informasi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan.
Penulis : Muhammad Irzadul Ibat, Ramadhan Nurkholis Dzaki, dan Jonathan Pramudita Perdana







Satu Komentar