Di tengah tuntutan ekonomi yang semakin meningkat, banyak ayah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Mencari nafkah memang merupakan bentuk tanggung jawab. Namun, ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu memberikan perhatian dan hadir dalam kehidupan emosional anak.
Fatherless, Ketika Ayah Hadir tetapi Terasa Jauh
Fenomena fatherless menjadi persoalan yang perlu diperhatikan dalam kehidupan keluarga. Istilah ini tidak hanya menggambarkan anak yang kehilangan sosok ayah karena perceraian atau kematian, tetapi juga kondisi ketika ayah hadir secara fisik, namun kurang terlibat dalam kehidupan emosional anak.
Tidak sedikit anak yang memiliki kebutuhan materi tercukupi, tetapi merasa kesulitan untuk bercerita kepada ayahnya. Kesibukan pekerjaan, kelelahan, dan kurangnya komunikasi dapat menciptakan jarak dalam hubungan keluarga. Padahal, terkadang anak tidak membutuhkan sesuatu yang besar. Mereka hanya ingin didengarkan, ditanya tentang kesehariannya, atau memiliki tempat untuk menyampaikan perasaan tanpa takut dihakimi.
Pentingnya Keterlibatan Ayah dalam Perkembangan Anak
Psikolog perkembangan Michael E. Lamb, yang banyak meneliti keterlibatan ayah dalam pengasuhan, menekankan pentingnya kualitas interaksi dan keterlibatan ayah dalam kehidupan anak. Hal ini menunjukkan bahwa peran ayah tidak cukup hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga dari kedekatan dan perhatian yang diberikan.
Kurangnya keterlibatan emosional ayah dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional sebagian anak. Mereka mungkin kesulitan mengungkapkan perasaan, kurang percaya diri, atau memilih memendam masalah sendiri. Meski demikian, dampaknya dapat berbeda pada setiap anak, bergantung pada lingkungan dan dukungan keluarga.
Anak Membutuhkan Waktu, Bukan Hanya Materi
Bekerja keras demi keluarga tentu bukan kesalahan. Namun, kesejahteraan anak seharusnya tidak hanya dilihat dari terpenuhinya kebutuhan materi. Kehadiran ayah juga dapat diwujudkan melalui hal sederhana, seperti makan bersama, mengobrol sebelum tidur, mendengarkan cerita, atau meluangkan waktu untuk menemani anak.
Pada akhirnya, anak tidak hanya membutuhkan sosok ayah yang mampu membiayai kehidupannya, tetapi juga seseorang yang bisa dipercaya ketika mereka menghadapi kesulitan. Sebab, uang dapat memenuhi kebutuhan hidup, tetapi perhatian dan kasih sayang membangun kedekatan yang tidak selalu bisa digantikan oleh materi.
Baca juga: Relationship Sehat Bukan yang Tanpa Masalah, tetapi Tahu Cara Menyelesaikannya
Penulis: Fitri Nur
Sumber gambar: Magnific.com





