Gelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah pada Juni 2026 menunjukkan meningkatnya keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Aksi ini tidak hanya menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ekonomi Jadi Sumber Keresahan
Beberapa isu yang memicu aksi mahasiswa antara lain:
- Melemahnya nilai tukar rupiah.
- Kenaikan harga kebutuhan pokok.
- Naiknya harga BBM nonsubsidi.
- Polemik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan ekonomi. Dampaknya terasa langsung melalui biaya hidup yang semakin tinggi dan daya beli yang terus tertekan.
Pemerintah Perlu Belajar dari Sejarah
Pengamat politik Fernando Emas mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan suara publik. Menurutnya, Reformasi 1998 menunjukkan bahwa persoalan ekonomi yang dibiarkan berlarut-larut dapat memicu gejolak sosial yang lebih besar.
Meski kondisi saat ini berbeda dengan 1998, pemerintah tetap perlu menjadikan sejarah sebagai bahan evaluasi agar tidak terlambat merespons keresahan masyarakat.

Saatnya Hadirkan Langkah Nyata
Pemerintah masih memiliki kesempatan untuk meredam ketidakpuasan publik melalui kebijakan yang lebih responsif. Beberapa langkah yang dapat menjadi prioritas adalah:
- Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
- Memperluas lapangan pekerjaan.
- Mengevaluasi program yang belum berjalan optimal.
- Meninjau kinerja kementerian yang belum mampu memberikan solusi efektif.
Langkah-langkah tersebut akan menunjukkan bahwa pemerintah mendengar dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menjaga Kepercayaan Rakyat
Demo mahasiswa seharusnya dipandang sebagai masukan, bukan ancaman. Pemerintah yang mampu merespons kritik dengan kebijakan yang tepat akan lebih mudah menjaga kepercayaan publik.
Pada akhirnya, tantangan terbesar bukanlah aksi demonstrasi itu sendiri, melainkan bagaimana pemerintah menjawab tuntutan masyarakat melalui kebijakan yang cepat, adaptif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Penulis : Nasywa






