Beranda / UMKM / Mahasiswa Teknik Informatika UNPAM Hadirkan Solusi POS Android untuk Optimalkan Transaksi UMKM

Mahasiswa Teknik Informatika UNPAM Hadirkan Solusi POS Android untuk Optimalkan Transaksi UMKM

rayantara.com – Bogor – 8 Juni 2026 – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sering kali terjebak dalam romantisme manajemen tradisional. Catatan transaksi yang mengandalkan kertas dan pena dianggap sebagai simbol kesederhanaan yang cukup, padahal di balik itu, terdapat tumpukan risiko operasional yang mengintai. Fenomena inilah yang mendorong Kelompok Kerja Praktik dari Program Studi S-1 Teknik Informatika Universitas Pamulang yang terdiri dari Septi Amalia, Vanessa Aprillia Diaz, dan Vebronia Bikolo, di bawah bimbingan Nurhalimah, S.Kom., M.Kom. untuk melakukan transformasi digital di Taburay Sate Taichan, Parung, Bogor.

Upaya ini berangkat dari pengamatan mendalam terhadap pola operasional usaha kuliner yang masih mengandalkan sistem manual. Ketika pelanggan membludak, sistem tradisional berubah menjadi titik lemah yang memicu antrean panjang dan potensi kesalahan rekapitulasi data. Pertanyaannya, sejauh mana kesiapan pelaku usaha dalam merangkul digitalisasi untuk menjawab tantangan tersebut? Transformasi ini bukan sekadar mengganti kertas dengan layar, melainkan sebuah proses adaptasi kultural yang krusial bagi keberlangsungan bisnis di era modern.

Relevansi Digitalisasi bagi Usaha Lokal

Banyak pelaku UMKM yang masih memandang teknologi sebagai sesuatu yang rumit dan mahal. Namun, digitalisasi sebenarnya adalah tentang penyederhanaan proses. Dalam kasus Taburay Sate Taichan, permasalahan mendasar terletak pada efisiensi transaksi. Nota tulis tangan memang berfungsi sebagai bukti pembayaran, tetapi tidak memberikan nilai tambah bagi pemilik dalam mengelola data penjualan secara sistematis.

Melalui program Kerja Praktik yang dilaksanakan pada periode April hingga Juli 2026, inisiatif pengembangan sistem Point of Sales (POS) berbasis Android diimplementasikan. Langkah ini bertujuan untuk menggantikan pola manual dengan sistem yang lebih presisi, transparan, dan terukur. Pendekatan ini membuktikan bahwa teknologi informasi bukan hanya milik perusahaan besar, tetapi juga kunci ketahanan bagi bisnis berskala kecil. Digitalisasi memungkinkan pelaku usaha untuk memiliki “memori digital” yang tidak bisa didapatkan melalui catatan kertas yang rawan hilang atau rusak.

Dokumentasi Lokasi Kerja Praktek Taburay Sate Taichan, Parung, Bogor
Sumber : Septi Amalia for rayantara.com

Optimalisasi Transaksi melalui Teknologi Android

Penerapan aplikasi kasir berbasis Android menjadi contoh nyata bagaimana teknologi tepat guna menjawab problematika lapangan. Aplikasi ini dirancang agar dapat diakses melalui perangkat yang familiar bagi staf kedai, seperti smartphone atau tablet. Dengan integrasi printer thermal Bluetooth, setiap transaksi kini terekam secara digital dan struk pembayaran dapat dicetak secara instan.

Transparansi menjadi dampak positif yang dirasakan langsung oleh pelanggan. Struk yang tercetak dengan detail item pesanan memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan nota manual. Bagi pemilik usaha, integrasi data ini memangkas waktu rekapitulasi harian, sehingga memberikan ruang bagi pemilik untuk melakukan analisis bisnis—seperti melihat tren menu terlaris atau memantau stok bahan baku—berbasis data, bukan sekadar intuisi. Hal ini mengubah cara pandang pelaku usaha dari sekadar berdagang menjadi mengelola bisnis secara profesional.

Tantangan Adaptasi dan Human-Centric Design

Salah satu hambatan terbesar dalam digitalisasi UMKM adalah aspek psikologis. Banyak staf atau pemilik usaha merasa enggan menggunakan sistem baru karena ketakutan akan kerumitan teknologi. Oleh karena itu, tim mahasiswa menerapkan konsep human-centric design dalam pengembangan aplikasi ini. Antarmuka aplikasi dibuat seminimalis mungkin agar tidak memerlukan waktu belajar yang lama bagi pengguna.

Selama masa implementasi dari April hingga Juli 2026, tim mahasiswa tidak sekadar membangun sistem, tetapi juga terlibat dalam pendampingan teknis. Pendekatan yang dilakukan bersifat kolaboratif; staf toko diberikan pemahaman mengenai alur kerja aplikasi agar proses transisi dari sistem manual ke digital berjalan organik. Digitalisasi yang berhasil bukan ditentukan oleh seberapa canggih fitur yang ditanamkan, melainkan seberapa nyaman pengguna dalam mengoperasikannya setiap hari.

mahasiswa wawancara pemilik toko
Dokumentasi Sesi Wawancara Dengan Pihak Toko
Sumber : Septi Amalia for rayantara.com

Sinergi Akademisi dalam Dunia Industri

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari bimbingan Nurhalimah, S.Kom., M.Kom. yang memberikan arahan strategis. Sinergi antara dunia akademis dan kebutuhan riil di lapangan menjadi kunci utama mengapa aplikasi ini dapat langsung diterapkan tanpa menemui kendala teknis yang berarti. Dukungan dosen pembimbing memastikan bahwa sistem informasi yang dibangun tetap memenuhi standar rekayasa perangkat lunak yang baik, namun tetap fleksibel terhadap dinamika kedai.

Keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata ini menunjukkan bahwa kurikulum perguruan tinggi kini semakin responsif terhadap kebutuhan pasar. Mahasiswa tidak lagi hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi berperan sebagai katalisator perubahan bagi masyarakat sekitar.

Refleksi atas Masa Depan UMKM

Transformasi digital di Taburay Sate Taichan adalah bukti bahwa inovasi teknologi informasi memiliki peran besar dalam memperkuat daya saing UMKM. Keberhasilan ini bukan sekadar tentang aplikasi yang berfungsi, melainkan tentang bagaimana ilmu pengetahuan mampu merespons kebutuhan riil di masyarakat.

Bagi dunia pendidikan, keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata adalah bentuk tanggung jawab intelektual. Bagi pelaku UMKM, ini adalah panggilan untuk mulai berbenah. Adopsi teknologi sederhana seperti aplikasi POS adalah langkah awal untuk profesionalisme yang lebih besar. Pada akhirnya, ekonomi lokal yang tangguh tidak hanya dibangun dari semangat berjualan, tetapi juga dari keberanian untuk mengadopsi perubahan demi pelayanan yang lebih baik dan pengelolaan yang lebih berkelanjutan. Setiap langkah digitalisasi adalah investasi bagi keberlangsungan usaha di masa depan yang semakin kompetitif dan menuntut kecepatan.

Penulis: Septi Amalia, Vebronia Bikolo, Vanessa Aprillia Diaz

Baca Juga : Mahasiswa UNPAM Kembangkan Sistem Absensi Siswa Berbasis Face Recognition dan Geolocation di SMA Negeri 10 Tangerang Selatan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *