Beranda / Seni & Budaya / Musik / 7 Soundtrack Film Indonesia yang Lebih Populer dari Filmnya, Wajib Masuk Playlist

7 Soundtrack Film Indonesia yang Lebih Populer dari Filmnya, Wajib Masuk Playlist

Sebuah film bisa selesai ditonton dalam beberapa jam, tetapi soundtrack-nya dapat bertahan bertahun-tahun di ingatan. Bahkan, ada lagu yang justru lebih dikenal masyarakat dibandingkan film yang menjadi bagian dari perjalanan lagu tersebut.

Di Indonesia, beberapa soundtrack berhasil menjadi lagu populer yang tetap didengarkan hingga sekarang. Bukan hanya karena menjadi pengiring adegan, tetapi juga karena lirik dan melodinya mampu berdiri sebagai karya musik yang kuat.

1. Laskar Pelangi – Nidji

Lagu Laskar Pelangi dari Nidji menjadi soundtrack film yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata. Lagu ini membawa pesan tentang mimpi, perjuangan, dan keberanian untuk terus melangkah.

Liriknya yang penuh semangat membuat lagu ini dikenal luas, bahkan di luar konteks filmnya. Tidak sedikit orang yang mendengarkannya sebagai lagu motivasi.

2. Perahu Kertas – Maudy Ayunda

Perahu Kertas merupakan soundtrack film yang diadaptasi dari novel karya Dee Lestari. Maudy Ayunda membawakannya dengan nuansa lembut dan emosional.

Lagu ini berbicara tentang perasaan, impian, dan perjalanan menemukan tujuan hidup. Tema tersebut membuatnya mudah diterima oleh pendengar, terutama mereka yang pernah berada dalam fase mencari arah kehidupan.

3. Cinta Sejati – Bunga Citra Lestari

Cinta Sejati menjadi salah satu lagu yang sangat identik dengan film Habibie & Ainun. Lagu yang dibawakan Bunga Citra Lestari tersebut memperkuat kisah cinta dan kesetiaan dalam film.

Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang emosional. Lagu ini bahkan tetap dapat dinikmati tanpa harus mengetahui cerita film secara keseluruhan.

4. Ada Apa dengan Cinta? – Melly Goeslaw

Film Ada Apa dengan Cinta? memang menjadi salah satu film remaja paling ikonis di Indonesia. Namun, soundtrack dengan judul yang sama juga memiliki popularitas tersendiri.

Lagu Melly Goeslaw tersebut menawarkan nuansa romantis yang kuat. Melodi dan liriknya membuat lagu ini tetap mudah dikenali, bahkan ketika didengarkan di luar konteks film.

5. Sampai Menutup Mata – Acha Septriasa

Sampai Menutup Mata dikenal melalui film Heart dan menjadi salah satu lagu yang lekat dengan era film romantis Indonesia.

Tema mengenai cinta dan pengorbanan membuat lagu ini memiliki daya emosional yang kuat. Sampai sekarang, lagu tersebut masih dapat membawa pendengar pada suasana nostalgia.

6. Mengejar Matahari – Ari Lasso

Lagu Mengejar Matahari menjadi soundtrack film dengan judul yang sama. Ari Lasso membawakannya dengan karakter vokal yang kuat dan nuansa reflektif.

Lagu ini tidak hanya berbicara tentang film, tetapi juga mengenai perjalanan hidup dan persahabatan. Pesan yang universal membuatnya tetap relevan untuk didengarkan.

7. Bintang di Surga – Peterpan

Bintang di Surga merupakan salah satu lagu Peterpan yang sangat populer. Lagu ini memiliki melodi dan lirik yang kuat sehingga mudah melekat di ingatan pendengar.

Popularitasnya juga membuat lagu tersebut memiliki kehidupan sendiri sebagai karya musik. Bahkan, generasi yang tidak mengikuti film atau karya visual yang berkaitan dengannya tetap dapat mengenal lagunya.

Ketika Lagu Lebih Lama Diingat daripada Film

Fenomena soundtrack yang lebih populer daripada filmnya sebenarnya menunjukkan kekuatan musik dalam membangun ingatan. Lagu dapat diputar berulang kali dalam berbagai situasi, sementara film membutuhkan waktu dan perhatian yang lebih besar untuk dinikmati.

Soundtrack juga memiliki kemampuan untuk menyimpan emosi. Ketika sebuah lagu kembali terdengar bertahun-tahun kemudian, pendengar bisa saja langsung teringat pada masa, orang, atau cerita tertentu.

Karena itu, soundtrack yang berhasil bukan hanya berfungsi sebagai musik pengiring. Ia dapat menjadi karya yang berdiri sendiri dan memiliki perjalanan panjang di luar film.

Bagi pencinta musik Indonesia, tujuh lagu tersebut tentu layak masuk playlist nostalgia. Sebab, terkadang sebuah lagu bukan hanya mengingatkan pada film, tetapi juga pada perasaan yang pernah muncul ketika pertama kali mendengarnya.

Baca juga: Dengarkan Lagu, Tambah Fokus: Musik sebagai Pendamping Belajar yang Efektif

Penulis: Fitri Nur

Sumber gambar: Magnific.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *