Beranda / UMKM / Analisis Operasional dan SWOT sebagai Strategi Pengembangan UMKM Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel

Analisis Operasional dan SWOT sebagai Strategi Pengembangan UMKM Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel

Rayantara.com – Tangerang Selatan, 6 Oktober 2026 – Sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang, kami mempelajari bahwa manajemen operasi dan produksi tidak hanya diterapkan pada perusahaan besar, tetapi juga dapat ditemukan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Artikel ini disusun sebagai salah satu bentuk luaran dari tugas mata kuliah Manajemen Operasi dan Produksi, dengan mengangkat UMKM Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel sebagai objek untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan operasi dan produksi diterapkan dalam usaha skala kecil.

Dalam menjalankan usaha kuliner, manajemen operasional memiliki peranan penting dalam mengatur berbagai kegiatan, mulai dari pengadaan bahan baku, pengelolaan persediaan, proses produksi, menjaga kualitas produk, hingga pelayanan kepada pelanggan. Pengelolaan yang baik diperlukan agar kegiatan usaha dapat berjalan secara efektif dan mampu menyesuaikan jumlah produksi dengan permintaan pelanggan.

UMKM Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel merupakan salah satu usaha kuliner yang menyediakan berbagai pilihan makanan, seperti ayam bakar, ayam penyet, ayam geprek, pecel ayam, ketoprak, dan gado-gado. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemilik menerapkan pengelolaan bahan baku dengan menyesuaikan kebutuhan harian dan kondisi permintaan pelanggan. Selain itu, promosi dilakukan melalui WhatsApp, mahasiswa, serta Gojek untuk menjangkau pelanggan.

Berdasarkan hasil wawancara, terdapat beberapa kondisi yang menarik untuk dianalisis, terutama dalam pengelolaan stok bahan baku, menjaga kualitas makanan, menghadapi perubahan jumlah pelanggan, serta mengatasi kenaikan harga bahan pokok. Oleh karena itu, artikel ini membahas manajemen operasional dan analisis SWOT pada UMKM Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel sebagai dasar untuk melihat strategi yang dapat dilakukan dalam mengembangkan usaha dan mempertahankan daya saingnya.

Pengadaan Bahan Baku dan Strategi Persediaan

Etalase Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel 
Sumber : Gofur Muhamad Al Fadel for rayantara.com

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel memanfaatkan beberapa cara untuk mengenalkan dan menjual produknya kepada pelanggan. Promosi dilakukan melalui WhatsApp, mahasiswa, serta Gojek. Adapun menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ayam bakar, ayam penyet, ayam geprek, pecel ayam, ketoprak, hingga gado-gado. Keberagaman menu tersebut menjadi salah satu cara usaha dalam memenuhi kebutuhan dan pilihan makanan pelanggan.

Dalam pengadaan bahan baku, pemilik menyesuaikan jumlah persediaan dengan kebutuhan operasional sehari-hari. Untuk bahan utama berupa ayam, pembelian dilakukan setiap dua hari sekali dengan jumlah sekitar 50 ekor ayam untuk kebutuhan dua hari. Sementara itu, bahan berupa sayur-mayur dibeli setiap hari agar tetap dalam kondisi segar. Dalam satu hari, kebutuhan bahan antara lain cabai hijau sebanyak satu kilogram, cabai rawit merah satu kilogram, cabai keriting satu kilogram, timun empat kilogram, selada satu kilogram, dan kol sekitar lima kilogram. Khusus untuk lalapan, bahan tersebut umumnya habis dalam satu hari sehingga pembeliannya disesuaikan dengan kebutuhan harian.

Menjaga Kualitas Produk dan Proses Produksi

Beragam pilihan sambal menu Ayam Bakar Ibu Yuli di Kantin Irel
Sumber : Gofur Muhamad Al Fadel for rayantara.com

Kualitas produk dijaga dengan menggunakan bahan-bahan yang masih segar. Sayuran yang digunakan untuk menu makanan dibeli setiap hari, sedangkan ayam yang telah tersedia diproses dengan cara direbus dan kemudian langsung dimasak ketika dibutuhkan. Proses produksi sebagian besar dilakukan untuk kebutuhan satu hari, sedangkan ayam menjadi bahan yang dapat disimpan untuk kebutuhan hingga dua hari. Dengan cara tersebut, pemilik berusaha menjaga kesegaran bahan sekaligus mempertahankan kualitas makanan yang diberikan kepada pelanggan.

Penyesuaian Stok terhadap Permintaan Pelanggan

Beragam pilihan Stok menu Ayam Bakar Ibu Yuli di Kantin Irel
Sumber : Gofur Muhamad Al Fadel for rayantara.com

Dalam menghadapi perubahan permintaan, pemilik menyesuaikan jumlah stok bahan baku berdasarkan kondisi pelanggan. Ketika permintaan sedang meningkat, terutama pada hari-hari tertentu seperti Kamis dan Sabtu, jumlah stok bahan baku ditambah untuk mengantisipasi meningkatnya pembelian. Sebaliknya, ketika kondisi sedang sepi atau memasuki masa libur mahasiswa, stok bahan baku dikurangi agar tidak terjadi pemborosan. Penyesuaian stok ini dilakukan berdasarkan pengalaman pemilik dalam melihat pola permintaan pelanggan.

Kendala Operasional dan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Salah satu kendala operasional yang cukup terasa adalah ketika kampus sedang libur. Meskipun usaha tetap buka, jumlah pelanggan dapat mengalami penurunan sekitar 80 persen dibandingkan hari ketika kegiatan kampus berjalan normal. Kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap pendapatan usaha. Selain itu, kenaikan harga bahan pokok juga menjadi kendala karena harga jual makanan tetap dipertahankan pada harga yang telah ditentukan, yaitu sekitar Rp16.000 per porsi. Ketika harga bahan baku meningkat, pemilik melakukan penyesuaian pada ukuran ayam atau jumlah sambal yang diberikan agar harga jual tetap dapat dipertahankan.

Upaya Mengurangi Pemborosan Bahan Baku

Dalam mengurangi pemborosan, pemilik berusaha menyesuaikan jumlah bahan baku dengan kondisi permintaan. Persediaan ayam biasanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan karena telah diperhitungkan untuk stok dua hari. Namun, terdapat bahan tertentu seperti gado-gado yang apabila tidak terjual harus dibuang. Pada saat hari libur dan jumlah pelanggan menurun, pemilik mengurangi persediaan bahan baku sehingga risiko bahan yang tidak terpakai dapat diminimalkan. Jika kebutuhan masih kurang, pemilik dapat menggunakan persediaan ayam yang sebelumnya telah disiapkan untuk stok dua hari.

Analisis SWOT Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel

Foto Banner dengan pilihan Menu Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel
Sumber : Gofur Muhamad Al Fadel for rayantara.com

Berdasarkan hasil wawancara, Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel memiliki beberapa kekuatan yang menjadi keunggulan dibandingkan usaha sejenis. Salah satunya adalah usaha telah memiliki logo halal sehingga dapat memberikan keyakinan kepada pelanggan mengenai produk yang dijual. Selain itu, pelanggan juga diberikan kebebasan untuk memilih bagian ayam dan jenis sambal yang diinginkan dengan harga yang sama, yaitu Rp16.000 per porsi. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu nilai tambah karena pelanggan dapat menyesuaikan makanan dengan selera masing-masing.

Dari sisi kelemahan, pemilik tidak secara khusus melihat adanya kekurangan dalam kegiatan usahanya ketika kondisi sedang ramai. Namun, salah satu kondisi yang masih menjadi perhatian adalah menurunnya jumlah pelanggan ketika mahasiswa sedang libur. Hal tersebut menunjukkan bahwa usaha cukup bergantung pada aktivitas mahasiswa di sekitar lokasi usaha. Ketika aktivitas mahasiswa menurun, jumlah pembeli dan pendapatan juga ikut mengalami penurunan.

Sementara itu, peluang pengembangan usaha yang dapat dimanfaatkan adalah layanan pesan antar atau delivery. Pemilik melihat adanya peluang untuk menerima pesanan dari mahasiswa maupun pelanggan lainnya dan memberikan layanan pengantaran tanpa biaya ongkos kirim. Strategi tersebut dapat membantu usaha menjangkau pelanggan yang tidak datang langsung ke lokasi.

Adapun ancaman yang dihadapi usaha berasal dari kenaikan harga bahan baku dan perubahan selera konsumen. Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya operasional, sementara harga jual makanan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan pelanggan. Selain itu, konsumen juga dapat mengalami kejenuhan apabila terlalu sering mengonsumsi menu yang sama, khususnya makanan berbahan dasar ayam. Oleh karena itu, perubahan selera pelanggan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik usaha.

Strategi Pengembangan dan Daya Saing Usaha

Berdasarkan hasil wawancara, Ayam Bakar Ibu Yuli Kantin Irel telah menerapkan manajemen operasional dengan menyesuaikan pengadaan bahan baku terhadap kebutuhan dan kondisi permintaan pelanggan. Ayam disediakan untuk kebutuhan dua hari, sedangkan sayur-mayur dibeli setiap hari untuk menjaga kesegaran. Pemilik juga melakukan penyesuaian jumlah stok ketika permintaan meningkat maupun menurun sehingga dapat mengurangi risiko pemborosan bahan baku.

Dari hasil analisis SWOT, kekuatan utama usaha terletak pada adanya logo halal, kebebasan pelanggan memilih bagian ayam dan sambal, serta harga yang relatif tetap. Kelemahan yang terlihat terutama berkaitan dengan penurunan pelanggan ketika mahasiswa sedang libur. Peluang pengembangan dapat dilakukan melalui layanan delivery tanpa ongkos kirim, sedangkan ancaman utama berasal dari kenaikan harga bahan baku dan perubahan selera konsumen. Oleh karena itu, pengembangan usaha dapat diarahkan pada peningkatan layanan, menjaga konsistensi rasa, serta mempertahankan kualitas makanan agar usaha tetap mampu memenuhi kebutuhan dan mempertahankan pelanggan.

Baca juga: Mahasiswa TI UNPAM Kembangkan SIDATA untuk Pesantren Darut Tafsir

Penulis: Maska Garwita Prasetyo

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *