Beranda / Opini / Main Ponsel dalam Gelap, Benarkah Berbahaya bagi Mata?

Main Ponsel dalam Gelap, Benarkah Berbahaya bagi Mata?

Kamar sudah gelap, tetapi layar ponsel masih menyala terang. Jempol terus menggulir media sosial, video berganti satu per satu, hingga tanpa terasa waktu tidur semakin larut. Kebiasaan sederhana ini mungkin terlihat sepele, tetapi bagaimana dampaknya terhadap mata?

Selama bertahun-tahun, bermain ponsel dalam kondisi gelap kerap dikaitkan dengan risiko kebutaan. Anggapan tersebut sering terdengar di tengah masyarakat, meski faktanya tidak sesederhana itu.

Benarkah Ponsel dalam Gelap Bisa Menyebabkan Kebutaan?

Penggunaan ponsel dalam ruangan gelap tidak secara langsung menyebabkan kebutaan. Namun, menatap layar terlalu lama dapat memicu kelelahan mata digital atau digital eye strain. Keluhannya dapat berupa mata kering, perih, pandangan kabur, hingga sakit kepala.

Dengan kata lain, persoalannya bukan sekadar gelap atau terangnya ruangan, tetapi juga durasi penggunaan dan kebiasaan ketika menatap layar.

Mata Dipaksa Beradaptasi dengan Perbedaan Cahaya

Pencahayaan menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan. Ketika ruangan sangat gelap sementara layar ponsel terlalu terang, mata harus beradaptasi dengan perbedaan cahaya yang cukup besar.

Kondisi tersebut dapat membuat mata terasa lebih cepat lelah, terutama jika ponsel digunakan dalam waktu lama. Penggunaan layar juga dapat membuat seseorang lebih jarang berkedip sehingga mata lebih mudah mengalami kekeringan.

Menurut Dr. Craig See, dokter spesialis mata dari Cleveland Clinic, berkurangnya frekuensi berkedip ketika menatap layar dalam waktu lama dapat menyebabkan mata menjadi lebih kering dan tidak nyaman.

Ada Gangguan Penglihatan Sementara

Fenomena yang dikenal sebagai transient smartphone blindness juga pernah dilaporkan. Kondisi tersebut berupa gangguan penglihatan sementara setelah seseorang menggunakan ponsel dalam kondisi gelap.

Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini bukan berarti penggunaan ponsel menyebabkan kebutaan permanen. Gangguan tersebut berkaitan dengan perbedaan paparan cahaya yang diterima oleh kedua mata dan biasanya bersifat sementara.

Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata

Penggunaan ponsel tetap dapat dilakukan dengan lebih bijak. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan pada mata.

Aturan 20-20-20 dapat diterapkan, yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik dengan melihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter.

Kecerahan layar juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi ruangan. Hindari menggunakan layar dengan tingkat kecerahan yang terlalu tinggi ketika lingkungan sekitar sangat gelap.

Bukan Sekadar Soal Gelap atau Terang

Pada akhirnya, bermain ponsel dalam gelap bukanlah penyebab langsung kebutaan. Namun, kebiasaan menatap layar terlalu lama tanpa memperhatikan pencahayaan dan waktu istirahat tetap dapat membuat mata lebih cepat lelah.

Ponsel bukanlah musuh bagi kesehatan mata. Cara menggunakannya justru menjadi hal yang lebih penting untuk diperhatikan.

Menjaga mata tidak selalu membutuhkan langkah besar. Terkadang, cukup dengan menyalakan lampu, menurunkan kecerahan layar, menjaga jarak pandang, dan berhenti sejenak dari ponsel sebelum mata benar-benar kelelahan.

Baca juga: Pola Hidup Sehat dan Olahraga Cukup: Fondasi Kehidupan yang Seimbang

Penulis: Fitri Nur

Sumber gambar: Magnific.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *