Rayantara.com – Tangerang, 15 Juni 2026 – Tim mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pamulang (UNPAM) berhasil menyelesaikan kegiatan Kerja Praktik (KP) di Pondok Bakso Mas Ariel yang berlokasi di Jalan H. R. Rasuna Said, RT.6/RW.1, Pakojan, Pinang, Kota Tangerang. Kegiatan yang berlangsung sejak 11 April hingga 15 Juni 2026 ini menghasilkan Sistem Pemesanan Mandiri (Self-Ordering) dan Kasir Digital Berbasis Web Terintegrasi Payment Gateway yang dirancang untuk mendukung digitalisasi proses pemesanan dan transaksi pada usaha kuliner tersebut.
Kegiatan Kerja Praktik ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Muhamad Robbi Alfarizi sebagai ketua tim, serta Rudy Ardiansyah dan Syawal Rista Firdaus sebagai anggota tim. Selama pelaksanaan kegiatan, tim memperoleh bimbingan akademik dari Maulana Ardhiansyah, S.Kom., M.Kom. selaku dosen pembimbing dan arahan teknis dari Rahmadi Usman selaku pembimbing lapangan (supervisor) di Pondok Bakso Mas Ariel.
Kerja Praktik dilaksanakan sebagai langkah nyata dalam menjembatani kesenjangan antara teori akademis yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di dunia industri. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi perkuliahan, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut ke dalam proyek yang memberikan manfaat langsung bagi mitra industri.
Tahapan Pengembangan Sistem Selama Kerja Praktik

(Sumber: Muhamad Robbi Alfarizi for rayantara.com)
Perjalanan proyek diawali pada April 2026 melalui tahap observasi, wawancara, dan identifikasi kebutuhan sistem di Pondok Bakso Mas Ariel. Tahap ini dilakukan untuk memahami proses bisnis yang sedang berjalan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemui dalam operasional usaha. Memasuki Mei 2026, kegiatan berlanjut pada tahap perancangan basis data, pengembangan antarmuka pengguna, implementasi fitur utama, hingga proses integrasi sistem pembayaran digital. Pada akhir Mei hingga awal Juni 2026, kegiatan difokuskan pada penyempurnaan backend, pengujian sistem, serta revisi berdasarkan masukan dari supervisor lapangan.
Fitur Unggulan Sistem Self-Ordering dan Kasir Digital

(Sumber: Muhamad Robbi Alfarizi for rayantara.com)
Sistem yang dikembangkan memiliki berbagai fitur yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Pelanggan dapat melakukan pemesanan secara mandiri melalui perangkat seluler dengan memindai QR Code yang tersedia di meja. Sistem menyediakan menu interaktif yang menampilkan foto produk, harga, status ketersediaan menu, serta pilihan pembayaran tunai maupun nontunai menggunakan QRIS.
Pada sisi kasir, tersedia dashboard yang mampu menampilkan pesanan masuk secara realtime sehingga proses pelayanan dapat berlangsung lebih cepat dan terorganisasi. Sementara itu, halaman administrator dilengkapi fitur manajemen menu, pengelolaan akun karyawan, pembaruan stok, laporan omzet otomatis, serta statistik menu terlaris yang dapat membantu pemilik usaha dalam mengambil keputusan bisnis.
Pengembangan sistem ini bertujuan untuk mengubah proses pemesanan yang sebelumnya dilakukan secara konvensional menjadi lebih modern dan terintegrasi. Selain mengurangi antrean di area kasir, sistem juga dirancang untuk meminimalkan kesalahan pencatatan pesanan, mempercepat proses pembayaran, serta menyediakan laporan penjualan yang lebih akurat dan mudah diakses.
Dukungan Dosen Pembimbing dan Supervisor Lapangan
Menurut dosen pembimbing, Maulana Ardhiansyah, S.Kom., M.Kom., kegiatan Kerja Praktik merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik langsung di dunia kerja.
“Melalui Kerja Praktik, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta meningkatkan keterampilan pemecahan masalah yang dibutuhkan di era digital saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, pembimbing lapangan dari Pondok Bakso Mas Ariel, Rahmadi Usman, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi positif terhadap proses digitalisasi usaha.
“Selama menjalani program ini, Muhamad Robbi Alfarizi, Rudy Ardiansyah, dan Syawal Rista Firdaus tidak hanya mampu mengaplikasikan ilmu teorinya dengan baik, tetapi juga menunjukkan inisiatif tinggi dalam menyelesaikan proyek riil yang kami berikan. Keterlibatan aktif seperti inilah yang membentuk kesiapan mereka untuk langsung terjun ke industri setelah lulus nanti,” ujarnya.
Dampak Implementasi Sistem bagi Pondok Bakso Mas Ariel

(Sumber: Muhamad Robbi Alfarizi for rayantara.com)
Dari sisi teknologi, aplikasi berhasil dibangun menggunakan framework Laravel dengan dukungan PHP, JavaScript, MySQL, Tailwind CSS, serta integrasi Midtrans sebagai payment gateway. Sistem juga telah berhasil mengimplementasikan fitur pembayaran QRIS dinamis yang memungkinkan proses verifikasi transaksi berlangsung secara otomatis dan realtime.
Sebelum sistem dikembangkan, proses pemesanan masih dilakukan menggunakan nota kertas sehingga berisiko mengalami kesalahan pencatatan. Pembayaran nontunai dilakukan menggunakan QRIS statis yang mengharuskan pelanggan memasukkan nominal pembayaran secara manual dan kasir melakukan pengecekan transaksi secara mandiri. Selain itu, proses rekapitulasi omzet harian masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.
Setelah implementasi sistem, pesanan pelanggan dapat langsung diterima secara digital oleh kasir, pembayaran QRIS dapat diverifikasi secara otomatis, dan laporan penjualan dapat dihasilkan secara instan melalui sistem. Kehadiran fitur tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi pelanggan.
Kolaborasi Kampus dan Industri dalam Mendukung Transformasi Digital UMKM

(Sumber: Muhamad Robbi Alfarizi for rayantara.com)
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri ini, diharapkan pemanfaatan teknologi informasi dapat terus mendorong transformasi digital pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan Kerja Praktik ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dapat menghasilkan solusi teknologi yang relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan bisnis di era digital.
Penulis: Muhamad Robbi Alfarizi, Rudy Ardiansyah, dan Syawal Rista Firdaus






