rayantara.com – DEPOK, 09 Juni 2026— Keberhasilan budidaya benih ikan air tawar sangat bergantung pada kestabilan parameter lingkungan perairan, di mana salah satu faktor yang paling krusial adalah temperatur air. Perubahan suhu yang ekstrem dan tidak terkontrol seringkali memicu stres pada benih ikan, menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, hingga berujung pada tingginya angka mortalitas. Menyadari urgensi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang (UNPAM) mengambil langkah nyata melalui penerapan teknologi modern berkonsep ramah lingkungan di UPTD Budidaya Benih Ikan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan secara intensif pada awal tahun 2026 ini dipimpin oleh dosen ahli Ojak Abdul Rozak, M.T., bersama Angga Septian MN, M.Pd.T., dan Juhana, M.T., serta diperkuat oleh kontribusi aktif mahasiswa Teknik Elektro yang diketuai oleh Erik Setyo Wibowo bersama Alen Yuwandra, Mukhamad Bintang P, Rezy Rahmatul I, dan Widiawan. Inovasi yang diusung bertajuk “Penerapan Sistem Monitoring Temperatur Air Tawar pada Sirkulasi Filter Air Berbasis IoT dan Bersumber Energi PLTS”. Proyek ini hadir sebagai jawaban langsung atas keluhan mitra pembudidaya yang selama ini masih bergantung pada pengawasan suhu manual dan suplai listrik konvensional yang rentan terhadap gangguan operasional.
OTOMATISASI BERBASIS IOT: PANTAU KONDISI KOLAM DARI GENGGAMAN
Sebelum intervensi teknologi ini dilakukan, petugas di UPTD Bojongsari harus memeriksa kondisi suhu air kolam secara periodik menggunakan termometer konvensional. Metode ini memakan waktu dan berisiko tinggi kecolongan apabila fluktuasi suhu ekstrem terjadi pada malam atau dini hari. Lewat arsitektur teknologi baru, tim UNPAM mengintegrasikan sensor suhu digital berkualitas tinggi (DS18B20 Waterproof) yang dibenamkan langsung pada titik strategis sistem sirkulasi filtrasi air.

Data pembacaan suhu dari sensor diproses secara real-time oleh mikrokontroler canggih berbasis ESP32. Melalui modul komunikasi yang tertanam, perangkat ini mentransmisikan data parameter air langsung ke server cloud database Google Firebase dan platform ThingSpeak. Hasilnya, pengelola dan petugas lapangan kini dapat memantau grafik tren temperatur harian, mingguan, hingga bulanan secara langsung melalui dashboard online berbasis web maupun aplikasi khusus pada smartphone mereka kapan saja dan dari mana saja.
“Sistem ini tidak hanya memberikan kemudahan visualisasi data, melainkan juga dilengkapi fitur alarm otomatis. Jika suhu air melampaui atau turun di bawah batas aman yang dipersyaratkan untuk benih ikan, sistem akan seketika mengirimkan notifikasi peringatan ke ponsel petugas.”
Hebatnya lagi, sistem ini tidak berhenti pada fungsi pengawasan pasif. Perangkat pengendali terhubung langsung dengan sistem sirkulasi dan filter air otomatis via modul relay. Ketika suhu air mulai menyimpang dari ambang batas optimal, mikrokontroler secara otomatis akan memerintahkan pompa sirkulasi untuk beroperasi atau melakukan penyesuaian aliran air. Aliran air yang dinamis melalui filter mekanis, biologis, dan kimiawi tersebut terbukti mampu menstabilkan kembali temperatur air sekaligus menjaga kebersihan kolam dari akumulasi zat kontaminan berbahaya.
MANDIRI ENERGI BERSAMA TEKNOLOGI PLTS MINI
Salah satu keunggulan utama dari proyek pengabdian masyarakat UNPAM ini terletak pada kemandirian pasokan dayanya. Alih-alih membebani tagihan listrik operasional UPTD Bojongsari atau mengandalkan jaringan PLN yang sewaktu-waktu bisa mengalami pemadaman, sistem monitoring dan kontrol otomatis ini digerakkan sepenuhnya oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri.

Dua unit Panel Surya Monokristalin berkapasitas 50 Wp dipasang pada area terbuka untuk menyerap energi matahari secara maksimal. Energi listrik yang dihasilkan kemudian diatur oleh Solar Charge Controller (SCC) 10A untuk dialirkan dan disimpan ke dalam baterai Deep Cycle 12V 10Ah. Desain manajemen energi ini menjamin seluruh perangkat monitoring, sensor, dan modul kontrol dapat beroperasi penuh selama 24 jam nonstop, termasuk saat malam hari atau cuaca mendung sekalipun. Penggunaan energi terbarukan ini sekaligus menjadi percontohan nyata implementasi green technology (teknologi hijau) yang menekan emisi karbon di sektor perikanan budidaya lokal.
PELATIHAN TERPADU DEMI KEBERLANJUTAN TEKNOLOGI
Agar inovasi ini tidak sekadar menjadi pajangan pasca-proyek selesai, tim PkM Universitas Pamulang turut menggelar program pelatihan terpadu dan transfer pengetahuan secara berkala bagi para pengelola dan petugas operasional di UPTD Bojongsari. Pelatihan tersebut mencakup pengoperasian antarmuka software monitoring, interpretasi data log suhu, manajemen daya baterai PLTS, hingga prosedur mendasar penanganan kendala teknis (troubleshooting) pada perangkat keras di lapangan.

Melalui alokasi total dana stimulus sebesar Rp 7.800.000 yang disalurkan oleh LPPM Universitas Pamulang, komponen-komponen teknologi ini berhasil dirakit, diinstalasi, dan divalidasi kinerjanya dengan sangat baik. Skema rincian investasi teknologi tersebut mencakup pengadaan komponen inti IoT, modul PLTS, hingga proses pendampingan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi mitra.
| Kategori Komponen Implementasi Sistem | Alokasi Anggaran (Rp) |
| Komponen Inti IoT dan Sensor Digital Terintegrasi | 1.300.000 |
| Paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mini & Penyimpanan Daya | 3.000.000 |
| Jasa Instalasi Fisik, Kalibrasi Sensor, Pelatihan Mitra, & Penyusunan SOP | 3.500.000 |
| Total Investasi Program Pengabdian | 7.800.000 |
Sumber: Laporan Pertanggungjawaban Rencana Anggaran Biaya PkM Teknik Elektro UNPAM 2026.
Penerapan integrasi teknologi IoT dan PLTS oleh civitas akademika Universitas Pamulang ini diharapkan mampu menjadi pemantik standarisasi baru bagi modernisasi sektor perikanan tawar di wilayah Bogor dan Depok. Langkah inovatif ini membuktikan bahwa keterbatasan pengelolaan operasional di lapangan dapat diselesaikan secara efektif melalui kolaborasi akademisi dan instansi daerah, sekaligus mendorong terciptanya ketahanan pangan yang berbasis pada kelestarian energi masa depan.

Sumber : Erik Setyo Wibowo for rayantara.com
Penulis : Erik Setyo Wibowo, Alen Yuwandra, Mukhamad Bintang P, Rezy Rahmatul I, dan Widiawan






