Rayantara.com – Tangerang, 12 Juli 2025 – Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa instalasi penerangan dan perbaikan sound system di Musholah SMK YAPPIKA Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 12 Juli 2025 ini, merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kenyamanan sarana ibadah dan belajar bagi siswa-siswi di lingkungan sekolah tersebut.
Latar Belakang Kegiatan
SMK YAPPIKA yang berlokasi di Jalan Logam, Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, merupakan lembaga pendidikan yang aktif menyelenggarakan kegiatan belajar, mengaji, dan pembinaan akhlak bagi para siswanya. Seiring meningkatnya jumlah siswa dan intensitas kegiatan di musholah, kondisi sistem kelistrikan yang ada mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi.
Berdasarkan hasil survei dan observasi lapangan yang dilakukan sebelumnya, instalasi listrik di musholah tersebut masih menggunakan komponen lama yang sudah tidak memenuhi standar keselamatan. Beberapa kabel, saklar, dan stop kontak ditemukan dalam kondisi yang mengkhawatirkan—bahkan terdapat beberapa titik yang sudah mengalami korsleting. Selain itu, tingkat pencahayaan (lux) di dalam ruangan jauh di bawah standar kenyamanan visual, sehingga berpotensi mengganggu konsentrasi dan kesehatan mata para pengguna musholah. Kondisi sound system yang rusak pun membuat kegiatan mengaji dan pengajian berlangsung kurang optimal.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan sistem instalasi kelistrikan di Musholah SMK YAPPIKA sesuai standar SNI dan PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik), mengganti komponen kelistrikan yang sudah tidak layak, memperbaiki sistem sound system, serta meningkatkan intensitas pencahayaan agar aktivitas ibadah dan membaca Al-Qur’an berlangsung lebih nyaman. Lebih dari sekadar pekerjaan teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun kesadaran pentingnya keselamatan listrik di lingkungan pendidikan.
Pelaksanaan dan Implementasi
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei awal ke lokasi untuk memetakan kondisi instalasi yang ada. Dari hasil survei tersebut, tim kemudian menyusun perencanaan teknis secara menyeluruh, mencakup kebutuhan material, skema instalasi baru, serta jadwal pelaksanaan yang disepakati bersama pihak sekolah agar tidak mengganggu aktivitas belajar siswa.

(Sumber gambar: Rizky Maulana for rayantara.com)
Pada hari pelaksanaan, tim yang terdiri dari Rizky Maulana selaku ketua, Hizkia Arya Eka Putra, Bryan Fadly Putra Satria, Erwin Situmorang, dan Khairul Nazarudin—didampingi dosen pembimbing Faraida Nafiri, S.T., M.Sc.—melaksanakan serangkaian pekerjaan teknis secara bertahap. Dimulai dari pemasangan lampu LED 20 Watt di bagian tengah musholah, area wudhu, hingga area teras luar yang sebelumnya gelap gulita saat malam hari. Saklar dan stop kontak yang sudah korsleting pun turut diganti demi keselamatan pengguna.

(Sumber gambar: Rizky Maulana for rayantara.com)
Tidak berhenti di situ, tim juga melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem sound system—mulai dari pemasangan speaker baru, amplifier, hingga dua unit mikrofon. Kabel-kabel yang sebelumnya menjuntai tak beraturan di plafon pun dirapikan dan diikat agar lebih mudah dirawat ke depannya. Dua unit kipas angin juga dipasang di bagian depan dan belakang musholah untuk meningkatkan sirkulasi udara dan kenyamanan jamaah. Seluruh material yang digunakan dipilih sesuai standar kelistrikan yang berlaku dengan total anggaran sebesar Rp6.000.000,00 yang bersumber dari dana mandiri mahasiswa pelaksana.
Di sela pekerjaan teknis, tim juga menyempatkan diri memberikan sosialisasi singkat kepada pengurus musholah mengenai penggunaan listrik yang aman, hemat energi, serta pentingnya pemeriksaan rutin instalasi minimal setiap enam bulan sekali.
Hasil dan Dampak
Hasilnya sangat terasa. Musholah yang sebelumnya terasa suram kini tampak lebih terang dan nyaman. Risiko gangguan listrik pun berkurang signifikan setelah seluruh instalasi lama diganti dengan komponen baru berstandar SNI. Sound system yang kini berfungsi optimal memungkinkan kegiatan mengaji dan pengajian berlangsung lebih lancar. Pihak sekolah menyambut positif hasil kerja para mahasiswa dan mengapresiasi kerapian instalasi yang dikerjakan.
Proses pelaksanaan bukan tanpa tantangan. Pemasangan lampu di ketinggian memerlukan kehati-hatian ekstra, dan keterbatasan jumlah tangga sempat memperlambat laju pekerjaan. Namun berkat koordinasi yang solid antar anggota tim dan dukungan penuh dari pihak sekolah, seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan dalam satu hari.
Langkah Kecil, Dampak Jangka Panjang

(Sumber gambar: Rizky Maulana for rayantara.com)
Kegiatan PKM ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pamulang berharap musholah SMK YAPPIKA Legok kini dapat menjadi tempat ibadah yang lebih aman, terang, dan kondusif bagi seluruh sivitas sekolah. Ke depan, kerja sama antara Program Studi Teknik Elektro Unpam dan SMK YAPPIKA diharapkan dapat terus berlanjut demi terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Baca Juga: Rancang Bangun Sistem Pengelolaan Kegiatan UMKM Lokal Berbasis Web Di Karang Taruna Desa Waru
Penulis: Rizky Maulana, Hizkia Arya Eka Putra, Khairul Nazarudin, Erwin Situmorang, Bryan Fadly Putra Satria





