Beranda / Nasional / Pengembangan Literasi di Kotabaru, Dispersip Kalsel Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Pengembangan Literasi di Kotabaru, Dispersip Kalsel Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Rayantara.com – Kota Baru,13 Oktober 2026 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperluas program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke berbagai daerah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi di Kabupaten Kotabaru pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, S.Sos., M.Si., dan turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan. Dalam sambutannya, Sri Mawarni menegaskan bahwa perpustakaan perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, perpustakaan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku dan membaca. Lebih dari itu, perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran, pusat pemberdayaan, serta sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan menunggu masyarakat datang ke perpustakaan. Perpustakaanlah yang harus semakin aktif hadir dan mendekat kepada masyarakat,” tegas Sri Mawarni.

Ia juga mendorong para penggerak literasi agar lebih proaktif memahami kebutuhan warga. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menyediakan bahan bacaan yang relevan serta mengembangkan program yang mendukung kemandirian dan keterampilan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan di Kotabaru melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari jajaran Dispersip Kotabaru, pengelola perpustakaan desa, kader Posyandu, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat desa dan kecamatan, hingga pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM).

Selain memberikan edukasi mengenai pengembangan literasi, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan keterampilan terapan. Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang tidak hanya memperluas akses terhadap pengetahuan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan praktis.

Sri Mawarni berharap perpustakaan mampu mendorong masyarakat untuk terus belajar dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Dengan demikian, kita ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menjadi pembelajar, pencipta, dan pelaku perubahan,” imbuhnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi di tingkat desa, dan berbagai komunitas, program pengembangan literasi ini diharapkan dapat memperkuat peran perpustakaan dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu, perpustakaan tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat Kalimantan Selatan yang cerdas, produktif, mandiri, dan sejahtera secara ekonomi.

Baca juga: Pendidikan Pengabdian Masyarakat Teknologi Literasi Digital Universitas Pamulang Canva Desain Grafis Tri Dharma Perguruan Tinggi Depok PKM

Penulis: Fitri Nur

Sumber gambar: banjarmasin.tribunnews.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *