Beranda / Teknologi / Dosen dan Mahasiswa Teknik Elektro Unpam Gelar Pelatihan Otomasi PLC di SMK Yappika Legok

Dosen dan Mahasiswa Teknik Elektro Unpam Gelar Pelatihan Otomasi PLC di SMK Yappika Legok

Rayantara.com – Legok, 10 September 2026 – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Pamulang (Unpam) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan dan penerapan otomasi menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) di SMK Yappika Legok, Desa Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Juli 2025. Kegiatan ini melibatkan 30 siswa kelas XII program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik sebagai upaya menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri otomasi yang terus berkembang di era Industri 4.0.

Berangkat dari Kesenjangan yang Nyata

SMK Yappika Legok merupakan sekolah kejuruan yang berlokasi di Desa Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, dengan program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Namun di balik potensinya, sekolah ini masih menghadapi kesenjangan yang cukup mencolok: berdasarkan survei awal yang dilakukan tim pada April 2025, sekitar 85 persen siswa belum pernah mengenal teknologi PLC, sementara 70 persen kegiatan praktikum masih mengandalkan sistem manual yang belum terintegrasi dengan teknologi otomasi industri.

Peralatan praktikum yang tersedia pun masih terbatas pada alat dasar seperti multimeter dan rangkaian listrik sederhana, tanpa adanya perangkat otomatisasi seperti PLC yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kurikulum yang diterapkan juga cenderung berfokus pada teori manual sehingga siswa kekurangan pengalaman praktis dalam pemrograman dan simulasi sistem otomatis. Kondisi ini turut berkontribusi pada tingginya angka pengangguran lulusan SMK di Kabupaten Tangerang, yang menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2024 mencapai 15 persen, sebagian besar akibat ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri manufaktur yang telah mengadopsi otomasi.

Tujuan: Dari Teori ke Praktik Nyata

Kegiatan ini dirancang dengan tujuan utama memperkenalkan teknologi PLC kepada siswa SMK Yappika Legok, meningkatkan literasi digital di bidang otomasi industri, serta membangun komunitas belajar teknologi yang dapat berkelanjutan di lingkungan sekolah. Pendekatan yang dipilih pun berbeda dari pelatihan PLC pada umumnya, yang kerap hanya menyasar sekolah di wilayah perkotaan dengan fasilitas laboratorium lengkap. Tim PKM Unpam justru merancang dan membuat sendiri trainer kit PLC berbiaya rendah agar dapat diterapkan di sekolah dengan keterbatasan fasilitas, sekaligus menyisipkan pemahaman tentang efisiensi energi dalam setiap materi yang diberikan.

Pelaksanaan: Dua Hari Penuh Praktik

Persiapan kegiatan berlangsung sejak April hingga Juni 2025, diawali dengan observasi lapangan dan koordinasi bersama pihak sekolah pada 19 April 2025, dilanjutkan dengan studi literatur, penyusunan modul pelatihan, hingga perancangan trainer kit menggunakan komponen seperti PLC WECON LX3V-1616, HMI WECON PI3070i, kontaktor LS MC-22B, relay Omron MY2, sensor proximity LJ12A3-4-J, dan motor listrik 3 fase berdaya 0,35 kW.

Pelatihan sendiri mengusung metode hands-on learning dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik selama dua hari, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Hari pertama dibuka dengan registrasi, pre-test, dan sesi pemanasan, sebelum peserta menerima materi dasar tentang konsep PLC, wiring, dan Ladder Diagram, yang kemudian langsung dipraktikkan melalui instalasi program PLC di laptop masing-masing.

Memasuki hari kedua, peserta disuguhkan demonstrasi kontrol motor tiga fase menggunakan trainer kit, sebelum akhirnya diberi kesempatan menyusun program kontrol motor sendiri dan merakitnya langsung ke dalam trainer kit yang telah disediakan. Kegiatan ditutup dengan post-test, kuis interaktif menggunakan Kahoot, serta pemberian hadiah dan plakat kepada peserta.

Siswa merakit komponen dan menjalankan program yang telah dibuat langsung pada PLC trainer kit WECON LX3V-1616.
(Sumber: Didik Sarwoko for rayantara.com)

Hasil dan Dampak: Angka yang Bicara

Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Skor rata-rata pemahaman konsep PLC naik dari 30 persen pada pre-test menjadi 75 persen pada post-test, sementara keterampilan menyusun program Ladder Diagram dan pemahaman sistem kontrol motor sama-sama meningkat sekitar 45 poin persentase. Siswa yang berhasil membuat program PLC secara mandiri mencapai 86 persen, dan sebanyak 28 dari 30 peserta atau setara 93 persen mampu mengikuti simulasi program secara mandiri serta memahami alur kerja sistem, meski dua peserta lain masih memerlukan bimbingan tambahan karena kesulitan awal memahami diagram wiring.

Antusiasme peserta turut mewarnai jalannya kegiatan. Sekitar 70 persen siswa aktif terlibat dalam sesi tanya jawab, bahkan sempat meminta contoh aplikasi tambahan berupa sistem lampu otomatis sederhana yang dapat diterapkan pada konsep rumah pintar. Kehadiran sejumlah alumni SMK Yappika yang secara sukarela ikut berpartisipasi juga menjadi bukti bahwa materi pelatihan ini dirasa relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Tim PKM Teknik Elektro Unpam menyerahkan PLC trainer kit kepada pihak SMK Yappika Legok sebagai media praktik yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
(Sumber: Didik Sarwoko for rayantara.com)

Langkah Kecil, Dampak Jangka Panjang

Sebagai tindak lanjut, tim PKM membentuk komunitas PLC di sekolah sebagai wadah transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Trainer kit PLC yang telah dibuat pun diserahkan langsung kepada pihak sekolah agar dapat terus digunakan oleh siswa dan guru dalam proses belajar mengajar maupun praktik di masa mendatang.

Kolaborasi antara Universitas Pamulang dan SMK Yappika Legok ini diharapkan menjadi model kerja sama yang memberi dampak jangka panjang bagi kesiapan kerja lulusan sekolah kejuruan. Ke depan, tim PKM menyarankan adanya perluasan kerja sama dengan industri lokal untuk program magang bagi lulusan SMK, agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Tim PKM Universitas Pamulang: Elfirza Rosiana • Didik Sarwoko • Danu Susilo • Dika Fery Dhanu S • Julian Fadliansyah • M. Farhan Permana • Kartika Sekarsari • Faraida Nafiri • Abdurahman

Baca juga: Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pamulang Optimalkan Penerangan Jalan Berbasis Energi Surya di Kelurahan Joglo

Penulis: Didik Sarwoko, Danu Susilo, Dika Fery Dhanu S, Julian Fadliansyah dan M. Farhan Permana

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *