Beranda / Opini / BRIN kembangkan gas ANG untuk gantikan LPG tiga kilogram

BRIN kembangkan gas ANG untuk gantikan LPG tiga kilogram

Rayantara.com – Jakarta 25 September 2026 – Kebutuhan energi rumah tangga terus mendorong pencarian teknologi yang lebih efisien. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah Adsorbed Natural Gas (ANG), yang diproyeksikan sebagai alternatif LPG 3 kilogram.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa ANG menggunakan teknologi Metal Organic Framework (MOF) untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan gas. Menurutnya, teknologi tersebut berpotensi membuat pemakaian gas lebih lama dibandingkan penggunaan gas konvensional.

Arif menggambarkan, jika satu tabung gas biasanya digunakan selama sekitar sepuluh hari, ANG berpotensi memperpanjang penggunaannya hingga 20–25 hari. Efisiensinya diperkirakan mencapai sekitar 1,5 sampai dua kali lipat.

“Jadi akan ada efisiensi dua kali, hampir 1,5 sampai dua kali lipat, dan ini akan menjadi revolusi energi di Indonesia,” kata Arif.

Pengembangan ANG dilakukan melalui kolaborasi dengan Prof. Susumu Kitagawa dari Kyoto. BRIN juga membangun laboratorium kemitraan atau sister lab di Serpong, Tangerang Selatan untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut.

BRIN menargetkan ANG dapat diperkenalkan kepada masyarakat pada 2027. “Mohon doanya moga-moga 2027 ini inovasi ini bisa kita launching, dan kemudian bisa disebarluaskan kepada masyarakat,” ujar Arif.

Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional. Namun, teknologi baru tetap membutuhkan pengujian dan persiapan sebelum digunakan secara luas, termasuk memastikan aspek keamanan, efisiensi, biaya, dan kesiapan infrastruktur.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menilai riset yang didukung talenta dan keterlibatan industri dapat membantu Indonesia membangun kemampuan energi secara mandiri.

“Dengan riset yang kuat, talenta yang unggul, dan industri yang terlibat insya Allah Indonesia mampu membangun kemandirian energi, memperkuat industri nasional, dan melangkah menjadi negara maju,” kata Brian.

ANG pada akhirnya bukan sekadar wacana mengenai pengganti LPG, tetapi bagian dari upaya mencari teknologi energi yang lebih efisien. Jika pengembangannya berhasil, inovasi tersebut dapat menambah pilihan energi rumah tangga sekaligus memperkuat peran riset nasional dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa UNPAM Kembangkan Aplikasi Absensi Mobile Berbasis Face Recognition dan Geolocation untuk PT Musano Permata Indo

Penulis: Fitri Nur

Sumber gambar: Nusabali.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *