Rayantara.com – Tangerang Selatan, 15 September 2026 – Sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang, kami mempelajari bahwa manajemen operasi dan produksi tidak hanya diterapkan pada perusahaan besar, tetapi juga dapat ditemukan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Artikel ini disusun sebagai salah satu bentuk luaran dari tugas mata kuliah Manajemen Operasi dan Produksi, dengan mengangkat Rujak Serut Bang Roni sebagai objek untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan operasi dan produksi diterapkan dalam usaha skala kecil.
Prinsip-prinsip dasar manajemen operasi dan produksi tidak selalu rumit dan membutuhkan pabrik besar berteknologi tinggi. Prinsip-prinsip dasar ini ada di dalam kehidupan sehari-hari bahkan dari UMKM sekalipun. Pelaku usaha kecil seperti Rujak Serut Bang Roni secara tidak sadar telah menerapkan strategi yang sangat efektif, mulai dari mengatur persediaan barang agar tidak menumpuk, menjaga kualitas bahan baku meskipun cuaca tidak menentu, hingga memutar otak agar tidak ada produk yang terbuang sia-sia
Perjalanan Rujak Serut Bang Roni menunjukkan bahwa bisnis kecil yang dikelola dengan tekun dapat bertahan selama bertahun-tahun. Pak Suhoni (40 tahun) memulai bisnisnya sebagai pedagang rujak keliling sejak tahun 2004 sebelum akhirnya memutuskan untuk menetap di sebuah kios pada tahun 2012. Bisnis kecil ini masih bertahan berkat bantuan satu karyawan dan dua orang keluarga yang rajin membantu operasi dari buka hingga tutup. Pelanggan dapat menemukan berbagai macam buah segar di kios ini, termasuk pisang, melon, apel, pir, nanas, buah naga, dan buah lainnya, serta olahan seperti es buah, jus, dan rujak yang sangat populer di kalangan pelanggan.
Berbicara tentang dapur, aktivitas harian sudah dimulai sejak pukul tujuh pagi. Karyawan dan keluarga langsung sibuk membongkar belanjaan, mengupas nanas madu, dan menyiapkan semua perlengkapan penjualan ketika kios dibuka. Untuk membeli buah, Pak Suhoni memilih untuk berbelanja langsung ke pasar induk. Ini memungkinkan dia untuk memilih buah yang masih segar dan berkualitas tinggi. Mereka unik karena, meskipun sangat sederhana, metode mereka untuk memperkirakan stok buah setiap hari berhasil. Mereka selalu mengecek sisa buah di etalase menjelang toko tutup agar belanjaan keesokan harinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanpa menumpuk.
Dalam operasi sehari-hari, masalah cuaca sering kali menjadi masalah terbesar. Ini terutama berlaku ketika musim hujan datang dan menyebabkan pembeli berkurang atau buah layu lebih cepat. Untuk mengatasinya, Pak Suhoni biasanya menyiasati dengan mengurangi belanjaan agar stok tetap segar dan tidak terbuang percuma. Selain itu, buah yang mudah rusak seperti stroberi dan jeruk mandarin dapat disimpan langsung di lemari es. Buah yang sudah terlalu matang tidak langsung dibuang; sebaliknya, mereka diolah langsung menjadi es buah atau jus. Dengan cara ini, perputaran buah menjadi sangat cepat dan kerugian yang disebabkan oleh buah busuk dapat diminimalkan.

Sumber: Muhamad Ikhsan for rayantara.com
Pak Suhoni memiliki prinsip kejujuran yang patut diacungi jempol dalam hal menjaga kualitas. Mereka langsung menyingkirkan buah yang tidak sempurna ketika terlihat di pasar. Namun, mereka tidak segan-segan untuk mengatakan kepada pembeli jika ada buah yang tidak terlalu manis (seperti pepaya atau melon) di etalase. Ini adalah transparansi yang membuat pelanggan tetap setia. Pepaya, nanas madu, dan rujak biasanya adalah buah yang paling dicari pembeli dari segi penjualan. Penjualan juga mengikuti musim, karena pembeli akan meningkat secara signifikan saat musim mangga tiba.
Untuk urusan promosi, usahanya tidak muluk-muluk. Pak Suhoni cukup mengandalkan WhatsApp Story untuk mengabarkan dagangannya sehari-hari kepada pelanggan. Meskipun media sosial seperti Instagram belum terlalu aktif diurus, Rujak Serut Bang Roni sudah bisa diakses secara online lewat layanan pesan-antar seperti GrabFood, GoFood, serta sudah terdaftar di Google Maps sehingga pembeli baru bisa menemukannya dengan mudah. Perpaduan antara kerja keras, pengelolaan stok yang cermat, dan kejujuran dalam melayani inilah yang membuat usaha kecil ini terus hidup dan menjadi bagian dari keseharian warga sekitar.
Pada akhirnya, Rujak Serut Bang Roni menunjukkan bahwa manajemen operasi dan produksi tidak harus rumit. Pengelolaan stok, pemilihan bahan baku, menjaga kualitas, hingga memanfaatkan buah yang terlalu matang menjadi contoh sederhana yang membantu usaha mengurangi kerugian. Menurut kami, konsistensi dalam mengelola usaha dan menjaga kepercayaan pelanggan menjadi kunci agar usaha kecil dapat terus bertahan dan berkembang.
Baca juga: Dosen dan Mahasiswa Teknik Elektro Unpam Gelar Pelatihan Otomasi PLC di SMK Yappika Legok
Penulis: Muhamad Ikhsan, Nayaka Sheridan Husain dan Sisilia Azzahra Susilo





