Rayantara.com – Tangerang Selatan, 16 Juli 2026 – Ungkapan bahwa terlalu banyak makan telur dapat menyebabkan bisul masih sering terdengar hingga saat ini. Nasihat tersebut bahkan telah diwariskan dari generasi ke generasi sehingga dianggap sebagai kebenaran tanpa banyak dipertanyakan. Akibatnya, tidak sedikit orang memilih menghindari telur ketika muncul bisul atau bahkan takut mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.
Namun, apakah anggapan tersebut benar?
Apa Penyebab Bisul Sebenarnya?

(Sumber: alodokter.com)
Secara medis, bisul merupakan infeksi pada folikel rambut atau kelenjar minyak yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi ini dapat memicu benjolan yang terasa nyeri, kemerahan, dan berisi nanah.
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi telur secara langsung dapat menyebabkan bisul. Dengan kata lain, munculnya bisul lebih berkaitan dengan infeksi bakteri, kebersihan kulit, daya tahan tubuh, atau kondisi kesehatan tertentu dibandingkan jenis makanan yang dikonsumsi.
Mengapa Telur Sering Menjadi Tersangka?
Mitos tersebut kemungkinan muncul karena bisul sering muncul setelah seseorang mengonsumsi telur. Padahal, kemunculan dua peristiwa secara bersamaan tidak selalu menunjukkan hubungan sebab akibat.
Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh dapat terpapar bakteri kapan saja. Ketika infeksi terjadi setelah seseorang makan telur, telur sering kali dianggap sebagai penyebab, meskipun tidak ada hubungan ilmiah yang membuktikannya.
Telur Justru Kaya Akan Nutrisi
Telur merupakan salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung vitamin, mineral, dan asam amino esensial. Kandungan tersebut berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh serta membantu menjaga fungsi sistem kekebalan.
Menurut ahli gizi, protein berkualitas tinggi yang terkandung dalam telur justru dibutuhkan tubuh untuk membantu proses perbaikan jaringan dan mendukung sistem imun. Selama tidak memiliki alergi terhadap telur atau kondisi medis tertentu yang mengharuskan pembatasan konsumsi, telur dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang.
Bijak Menyikapi Informasi Kesehatan
Mitos sering kali bertahan karena terus diulang, bukan karena telah terbukti benar. Di era ketika informasi dapat menyebar dengan cepat, setiap klaim kesehatan sebaiknya disikapi secara kritis dan dibandingkan dengan penjelasan dari tenaga medis maupun hasil penelitian ilmiah.
Pada akhirnya, bisul bukan disebabkan oleh telur, melainkan oleh infeksi bakteri dan berbagai faktor lain yang memengaruhi kesehatan kulit. Meluruskan mitos seperti ini bukan hanya membantu mengurangi kesalahpahaman, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengambil keputusan berdasarkan bukti, bukan sekadar kebiasaan yang diwariskan.
Memahami perbedaan antara mitos dan fakta merupakan langkah penting untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat. Informasi yang benar akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat, sehingga kepercayaan turun-temurun dapat disikapi secara lebih bijaksana tanpa mengabaikan bukti ilmiah yang telah tersedia.
Baca juga: Mahasiswa UNPAM Kembangkan Aplikasi Android Barli Dental untuk Permudah Reservasi dan Antrian Pasien
Penulis: Fitri Nur
Sumber gambar: Alodokter.com





