Beranda / Teknologi / Dosen dan Mahasiswa Telkom University Jakarta Terapkan Smart-Pole Tenaga Surya untuk Penerangan dan Keamanan Mandiri Warga Grand Pakis Residence 3, Bogor

Dosen dan Mahasiswa Telkom University Jakarta Terapkan Smart-Pole Tenaga Surya untuk Penerangan dan Keamanan Mandiri Warga Grand Pakis Residence 3, Bogor

Rayantara.com – Bogor, 29 Juni 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University Jakarta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi mengimplementasikan teknologi Smart-Pole sederhana berbasis tenaga surya di Perumahan Grand Pakis Residence 3, Desa Rawakalong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan penerangan lingkungan dan keamanan mandiri warga melalui sistem yang terintegrasi dengan sensor cahaya, kamera pemantau, serta tombol darurat berbasis Internet of Things (IoT).

Latar Belakang

Perumahan Grand Pakis Residence 3 merupakan kawasan permukiman yang relatif baru, dihuni sekitar 120 kepala keluarga pada 95 unit rumah. Mayoritas penghuninya adalah keluarga muda yang bekerja sebagai karyawan di Jakarta, sehingga banyak rumah berada dalam kondisi kosong pada siang hari. Situasi ini menjadikan aspek keamanan lingkungan sebagai kebutuhan yang dirasakan langsung oleh warga.

Dari hasil pengamatan, beberapa persoalan menonjol di kawasan tersebut. Penerangan jalan lingkungan pada malam hari masih kurang memadai di sejumlah titik, sehingga mengurangi rasa aman dan meningkatkan risiko gangguan. Sistem pengawasan pun belum optimal karena masih terdapat area tanpa pemantauan langsung (blind spot) dan belum tersedianya kamera yang memadai. Selain itu, belum ada mekanisme pelaporan darurat yang cepat; bila terjadi gangguan, warga harus mendatangi pos keamanan secara manual. Keterbatasan ini diperkuat oleh belum terbangunnya sistem yang memungkinkan partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan secara bersama-sama.

Persoalan tersebut sejalan dengan bidang keilmuan tim pelaksana, yakni teknik telekomunikasi dan sistem berbasis IoT. Atas dasar itu, dirancang solusi teknologi tepat guna yang sekaligus mengusung prinsip energi terbarukan, agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menambah beban biaya listrik lingkungan.

Tujuan Kegiatan

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk memberikan solusi atas keterbatasan penerangan dan keamanan di lingkungan permukiman warga. Secara khusus, program ini diarahkan untuk menghadirkan penerangan otomatis yang hemat energi, memperkuat pengawasan lingkungan melalui kamera dan sistem notifikasi, serta membuka kanal respons darurat yang mudah diakses warga. Selain pemasangan perangkat, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan literasi teknologi warga dan membangun kemandirian dalam mengoperasikan serta merawat sistem.

Penyerahan cendera mata dari tim pengabdian Telkom University Jakarta kepada perwakilan warga Perumahan Grand Pakis Residence 3.
Sumber: Achmad Udin Zailani for rayantara.com

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan diawali dengan koordinasi dan sosialisasi program kepada pengurus serta warga setempat. Pada tahap ini, tim menjelaskan konsep Smart-Pole, manfaat yang diharapkan, dan tahapan penerapannya. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, sehingga warga dilibatkan sejak proses identifikasi kebutuhan hingga pemasangan, agar solusi yang dihadirkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.

Sistem yang diperkenalkan merupakan Smart-Pole sederhana yang memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi mandiri. Perangkat ini dilengkapi solar charge controller dan baterai penyimpanan, lampu LED hemat energi, serta sensor cahaya (LDR) yang membuat lampu menyala otomatis saat hari mulai gelap dan padam kembali pada siang hari. Untuk fungsi keamanan, Smart-Pole diintegrasikan dengan kamera IP yang mendukung pemantauan visual, sirine atau alarm, serta tombol darurat (panic button) berbasis IoT. Ketika tombol diaktifkan melalui aplikasi, alarm pada Smart-Pole berbunyi dan notifikasi otomatis terkirim ke pengurus serta warga terdaftar, lengkap dengan catatan waktu kejadian.

Seluruh fungsi tersebut dapat dipantau melalui sebuah dasbor yang menampilkan status sistem dan kanal notifikasi keamanan. Dalam sesi demonstrasi, tim memperagakan cara kerja dasbor dan tombol darurat secara langsung kepada warga, mulai dari aktivasi alarm hingga munculnya notifikasi. Penggunaan tenaga surya menjadikan sistem ini hemat biaya operasional dan tidak bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik konvensional.

Rangkaian kegiatan juga mencakup pelatihan dan transfer pengetahuan kepada warga, meliputi pengoperasian aplikasi, perawatan dasar panel surya dan kamera, serta prosedur penggunaan tombol darurat. Program ini diketuai oleh Suyatno dengan anggota dosen Agung Kurniawan, Achmad Udin Zailani, Yus Natali, Haddad Alwi Yafie, dan Andri Agustav Wirabudi yang berperan sebagai pengarah teknis dan penanggung jawab kegiatan. Adapun mahasiswa Abdullah Syafiq, Dwiki Andika, dan Putri Pramudita Dzikra Afifa Saputra terlibat aktif dalam penyiapan perangkat, demonstrasi sistem, pendampingan warga, serta dokumentasi. Keterlibatan langsung ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu di tengah masyarakat.

Demonstrasi cara kerja dasbor dan tombol darurat sistem Smart-Pole kepada warga Grand Pakis Residence 3.
Sumber: Achmad Udin Zailani for rayantara.com

Hasil dan Dampak

Penerapan Smart-Pole diharapkan membawa sejumlah manfaat nyata bagi lingkungan Grand Pakis Residence 3. Penerangan otomatis berbasis sensor meningkatkan visibilitas dan rasa aman warga saat beraktivitas pada malam hari, sekaligus menekan potensi gangguan akibat area yang gelap. Kehadiran kamera pemantau dan tombol darurat memperkuat pengawasan lingkungan serta mempercepat respons ketika terjadi situasi mendesak, karena warga dapat langsung mengaktifkan alarm tanpa harus mendatangi pos keamanan.

Tidak kalah penting, program ini memperkuat aspek partisipasi dan kemandirian. Melalui pelatihan, warga memperoleh pemahaman dasar mengenai energi surya dan sistem berbasis IoT, sehingga dapat ikut merawat dan mengelola perangkat secara bersama-sama. Penggunaan tenaga surya juga menumbuhkan kesadaran akan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan. Antusiasme warga terlihat selama sesi sosialisasi dan demonstrasi berlangsung, yang menunjukkan bahwa kebutuhan akan sistem semacam ini memang dirasakan langsung di lapangan.

Warga mengikuti sosialisasi dan demonstrasi penggunaan sistem Smart-Pole berbasis tenaga surya dan IoT.
Sumber: Achmad Udin Zailani for rayantara.com

Penutup

Melalui implementasi Smart-Pole sederhana berbasis tenaga surya dan IoT, warga Grand Pakis Residence 3 kini memiliki sistem penerangan dan keamanan lingkungan yang lebih mandiri, hemat energi, dan partisipatif. Program ini tidak berhenti pada pemasangan perangkat, tetapi diarahkan pada keberlanjutan melalui pelatihan, pendampingan, dan pembentukan kemampuan teknis warga. Ke depan, sistem ini berpotensi direplikasi ke lingkungan lain di Desa Rawakalong serta dikembangkan lebih lanjut, sehingga dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna untuk mewujudkan permukiman yang lebih aman, cerdas, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Mahasiswa UNPAM Rancang Website Open Trip Berbasis Web untuk Tingkatkan Efisiensi Layanan PT Naluri Negri Adventure Indonesia

Penulis: Achmad Udin Zailani

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *