Home / UMKM / Ngonten Bisa Cuan, Tapi Nggak Selalu Mudah

Ngonten Bisa Cuan, Tapi Nggak Selalu Mudah

Sumber : campusdigital.id

Afiliator Bukan Jalan Pintas Kaya

Media sosial sering menampilkan profesi afiliator seperti jalan cepat menuju hidup mapan. Video tentang komisi jutaan, barang gratis, sampai gaya hidup mewah muncul setiap hari. Banyak orang akhirnya berpikir bahwa cukup dengan kamera dan koneksi internet, siapa pun bisa langsung menghasilkan uang.

Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Beberapa afiliator, seperti Felicia, memulai bukan karena ingin viral, tetapi karena merasa takut penghasilan utama tidak cukup. Mereka melihat afiliasi sebagai tambahan napas finansial, bukan sebagai cara instan untuk kaya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia afiliasi lebih dekat dengan kerja sampingan penuh tekanan, bukan sekadar tren digital.

Algoritma Bisa Bantu, Tapi Tidak Menghapus Lelah

TikTok memang memberi peluang besar karena algoritmanya bisa membuat konten menjangkau banyak orang. Bahkan akun kecil pun bisa muncul di beranda orang lain.

Tetapi algoritma tidak menghapus kenyataan bahwa afiliator tetap bekerja keras.

Mereka harus memikirkan ide konten setiap hari, merekam ulang berkali-kali, mengedit, lalu menghadapi tuntutan konsistensi. Banyak orang tetap terlihat santai di kamera, padahal mereka sedang mengejar target posting dan kerja sama brand.

Tekanan seperti ini bahkan sering memicu burnout, seperti yang dibahas dalam kajian Harvard Business Review tentang ekonomi kreator dan stres digital.

Sumber : shop-id.tokopedia.com

Afiliator Bukan Cuma untuk yang Viral

Banyak orang mengira afiliasi hanya milik kreator besar. Padahal, banyak anak muda memulainya dari akun kecil, dengan alat sederhana, dan waktu yang terbatas.

Mereka tidak selalu mengejar popularitas. Banyak yang hanya ingin menambah uang jajan, membantu kebutuhan pribadi, atau merasa lebih mandiri secara finansial.

Afiliasi menjadi ruang baru bagi Gen Z untuk mencoba peluang, meski harus dijalani pelan-pelan.

Gen Z Mengejar Mandiri, Bukan Sekadar Trending

Fenomena afiliator sebenarnya mencerminkan keresahan generasi muda hari ini. Gen Z hidup di era biaya hidup tinggi, pekerjaan yang tidak selalu stabil, dan tekanan untuk cepat “jadi.”

Mereka mencari cara untuk punya lebih dari satu sumber penghasilan.

Namun media sosial sering membungkus kerja keras itu dalam narasi instan. Video komisi jutaan lebih cepat viral dibanding cerita tentang begadang, revisi brand, dan waktu istirahat yang hilang.

Sumber : www.nearstream.us

Prosesnya Panjang, Bukan Sulap Cepat

Menjadi afiliator bukan hanya soal komisi. Profesi ini menuntut konsistensi, manajemen waktu, dan daya tahan mental.

Orang mungkin melihat hasil akhirnya, tetapi jarang melihat prosesnya: jadwal padat, tekanan performa, dan kelelahan yang tidak pernah tampil di layar.

Afiliasi bukan ilusi, tapi juga bukan jalan pintas. Media sosial memang membuka pintu, tetapi kerja keras tetap menentukan siapa yang bisa bertahan.

Baca lainya : Gen Z Pilih Cashless untuk Transaksi Harian

Penulis : Nasywa Sakha

Tag: