Rasa Ingin Tahu: Sumber Kehidupan yang Sering Kamu Bunuh Sendiri Mari jujur. Berapa kali kamu melihat sesuatu yang baru, tapi memilih berkata: “ah, nggak penting”? Saat itu juga kamu sedang mematikan ...
Mengulang Sejarah dengan Rasa Berbeda Siapa sangka, setelah hampir empat tahun kita meninggalkan layar laptop sebagai ruang kelas utama, kini beberapa sekolah harus kembali memutuskan hal yang sama: b...
Ada masa di mana cinta bukan lagi tentang tatap muka, melainkan centang biru. Bukan lagi tentang pelukan erat, melainkan reaksi emoji hati. Apakah ini bukti kita makin dekat—atau justru tanda kita sem...
Pernahkah kamu melihat seorang anak Gen Z yang tampak menghabiskan setengah harinya hanya untuk rebahan sambil memainkan media sosial? Sekilas, pemandangan ini membuat kita bertanya-tanya: apakah mere...
Apakah harapan itu masih ada? Pertanyaan ini terus bergema di kepala rakyat yang menyaksikan wajah negeri: politik gaduh, hukum tumpul, kesejahteraan hanya jadi wacana. Di jalan-jalan orang berteriak,...
Demo atau unjuk rasa adalah salah satu bentuk demokrasi paling nyata. Orang turun ke jalan karena merasa ada hal yang harus disuarakan. Tapi seringkali, ketika berita demo muncul, yang pertama kita li...
Kenapa rakyat harus turun ke jalan? Kenapa mahasiswa rela berpanas-panasan, berdesakan, bahkan kadang berhadapan dengan gas air mata? Pertanyaan itu sederhana, tapi jawaban yang jujur seringkali ditut...
⚠️ Spoiler Alert! Tulisan ini mengandung detail penting dari film You Are the Apple of My Eye. Cinta yang Tak Pernah Selesai Diceritakan Ada kisah yang lahir begitu polos hingga sulit disebut fiksi. Y...
Kata-Kata Bisa Jadi Kebijakan Banyak pejabat di negeri ini sering kali jatuh bukan karena kebijakan, tapi karena ucapannya sendiri. Bukan soal angka dalam APBN, bukan juga regulasi yang rumit—melainka...










