Home / Teknologi / AI dan Krisis Air, Solusi Pendinginan Hijau

AI dan Krisis Air, Solusi Pendinginan Hijau

www.inilah.com

Kecerdasan buatan atau AI tumbuh cepat. Namun di balik layar chatbot dan mesin pencari pintar, ada pertanyaan serius: apakah AI boros air?

Pertanyaan ini bukan spekulasi. Pusat data yang menjalankan AI membutuhkan sistem pendingin intensif. Banyak fasilitas menggunakan air untuk menjaga suhu server tetap stabil.

Isu ini kini masuk diskusi global tentang energi dan krisis air.

Pusat Data dan Konsumsi Air

Model AI besar berjalan di ribuan server. Server menghasilkan panas tinggi dan harus didinginkan terus-menerus.

Penelitian dari University of California, Riverside, mencatat bahwa “training GPT-3 in Microsoft’s U.S. data centers can directly evaporate 700,000 liters of clean freshwater” [1]. Angka itu setara konsumsi air ratusan keluarga selama berbulan-bulan.

Selain itu, laporan Google menyebutkan bahwa “our total water consumption in 2022 was 5.6 billion gallons” [2]. Konsumsi ini banyak terkait pendinginan pusat data global mereka.

Data tersebut menunjukkan bahwa AI boros air bukan sekadar opini. Ia memiliki jejak fisik yang terukur.

Mengapa AI Boros Air?

Pusat data bekerja 24 jam. Ketika permintaan AI naik, beban komputasi ikut melonjak. Akibatnya, kebutuhan pendinginan meningkat.

Air dipakai karena efektif menyerap panas. Namun di wilayah dengan risiko kekeringan, konsumsi besar ini memicu perdebatan.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional atau International Energy Agency mencatat bahwa pusat data global menyumbang sekitar 1–1,5 persen konsumsi listrik dunia [3]. Energi dan air menjadi dua sisi mata uang yang saling terkait.

Di sinilah letak dilemanya. Kita menikmati layanan AI, tetapi jarang memikirkan biaya ekologisnya.

Insight pentingnya sederhana: AI bukan entitas virtual sepenuhnya. Ia bergantung pada infrastruktur fisik yang nyata, termasuk air bersih.

Apakah AI Selalu Boros?

Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak.

Beberapa perusahaan teknologi mulai mengubah strategi pendinginan. Mereka memindahkan pusat data ke wilayah beriklim dingin. Selain itu, mereka memakai sistem pendingin udara tertutup atau daur ulang air.

Microsoft, misalnya, mengembangkan desain data center tanpa konsumsi air untuk pendinginan pada fasilitas tertentu.

Langkah ini menunjukkan bahwa AI boros air bukan takdir tetap. Ia bisa ditekan dengan inovasi.

Namun demikian, permintaan AI terus tumbuh. Chatbot, video AI, dan analitik otomatis memperluas beban komputasi. Jika tidak dikendalikan, konsumsi air bisa ikut meningkat.

Sumber: www.aboutamazon.com

Strategi Hijau yang Realistis

Pertama, transparansi wajib diperkuat. Perusahaan teknologi harus melaporkan konsumsi air secara rinci dan terbuka.

Kedua, pemerintah perlu menetapkan standar efisiensi air bagi pusat data. Regulasi yang jelas mendorong inovasi tanpa mematikan industri.

Ketiga, riset teknologi pendinginan harus dipercepat. Pendingin berbasis cairan tertutup dan sistem tanpa evaporasi bisa menjadi solusi jangka panjang.

Selain itu, pengguna juga memiliki peran. Kita perlu menggunakan AI secara bijak. Tidak setiap tren digital harus diikuti tanpa pertimbangan dampak.

Memang, satu pertanyaan ke chatbot mungkin terasa ringan. Namun miliaran pertanyaan setiap hari menciptakan beban kolektif.

Antara Inovasi dan Tanggung Jawab

AI membuka peluang besar di pendidikan, kesehatan, dan bisnis. Kita tidak bisa menolak kemajuan ini.

Namun kita juga tidak boleh menutup mata terhadap dampaknya. AI boros air menjadi pengingat bahwa transformasi digital tetap memiliki jejak lingkungan.

Oleh karena itu, diskusi soal AI harus mencakup efisiensi energi dan air. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memperbaiki arah.

Teknologi cerdas seharusnya berjalan bersama kebijakan cerdas.

Jika AI membantu manusia berpikir lebih cepat, maka manusialah yang harus memastikan AI berkembang lebih bijak.

Referensi

[1] Li, Pengfei et al. (2023). Making AI Less Thirsty: Uncovering and Addressing the Secret Water Footprint of AI Models. University of California, Riverside.

[2] Google Environmental Report 2023.

[3] International Energy Agency Data Centres and Data Transmission Networks.

Baca Lainya : 7 Ciri Bahasa Tubuh Orang dengan IQ Tinggi

Penulis : Nasywa

Tag: