rayantara.com – Tangerang Selatan, 22 September 2026 – Pelaksanaan rangkaian lomba secara daring melalui Zoom pada 18–19 September menjadi salah satu hal yang cukup menarik perhatian peserta dan penonton. Pelaksanaan secara online tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun, dari sisi teknis, pemisahan antara pelaksanaan lomba dan pengumuman pemenang dapat dilihat sebagai keputusan yang cukup masuk akal.
Pada lomba Desain Logo TI UNPAM, misalnya, adanya jeda antara pelaksanaan dan pengumuman memberikan kesempatan bagi juri untuk menilai karya dengan lebih teliti. Penilaian terhadap konsep, kreativitas, hingga filosofi yang terdapat dalam logo tidak harus dilakukan secara terburu-buru. Hal ini membuat proses penilaian terasa lebih leluasa dan diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang lebih objektif.
Hal yang kurang lebih sama juga terlihat pada lomba Desain Website. Pelaksanaan secara daring memberikan kesempatan kepada peserta untuk menjelaskan hasil karyanya tanpa harus terlalu khawatir dengan keterbatasan waktu di satu sesi. Peserta dapat menunjukkan tampilan, konsep, serta fungsi dari website yang dibuat. Di sisi lain, juri juga memiliki kesempatan untuk melihat dan mempertimbangkan hasil karya dengan lebih baik.
Sementara itu, untuk lomba Mobile Legends, sistem pertandingan secara online memberikan kemudahan tersendiri bagi para peserta. Mereka tidak perlu datang ke lokasi pertandingan sehingga persoalan transportasi maupun tempat dapat diminimalkan. Dari sisi peserta, format seperti ini tentu lebih praktis.
Namun, pertandingan secara daring juga membuat suasana kompetisi terasa berbeda dibandingkan pertandingan yang disaksikan secara langsung.
Di sinilah salah satu kekurangan dari pelaksanaan secara online mulai terasa. Meskipun secara teknis lebih praktis, suasana perayaan satu dekade menjadi sedikit berbeda. Sorak-sorai penonton, ketegangan ketika pertandingan berlangsung, hingga reaksi spontan peserta dan pendukung tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kolom chat maupun emoji di layar.
Selain itu, pemisahan hari pertandingan dengan hari pengumuman pemenang juga menimbulkan pertanyaan lain. Peserta yang sudah gugur pada hari pertama mungkin saja tidak lagi memiliki alasan untuk mengikuti acara pada hari berikutnya. Padahal, pengumuman pemenang seharusnya dapat menjadi bagian dari perayaan bersama, bukan hanya sekadar penyampaian hasil lomba.
Menurut saya, pelaksanaan lomba secara daring memang menunjukkan bahwa efisiensi teknis dapat tetap dijaga meskipun kegiatan tidak berlangsung secara langsung. Namun, sebuah perayaan satu dekade bukan hanya tentang apakah perlombaan dapat berjalan dengan lancar. Ada pula pengalaman, interaksi, dan rasa kebersamaan yang menjadi bagian penting dari sebuah perayaan.
Karena itu, pengumuman pemenang pada 19 September diharapkan tidak hanya berisi pembacaan nama para pemenang. Menampilkan kembali momen-momen menarik dari pertandingan Mobile Legends, memamerkan karya terbaik dari lomba desain logo dan website, serta menghadirkan kegiatan tambahan seperti doorprize dapat menjadi cara untuk membuat acara penutup terasa lebih hidup.
Pada akhirnya, pelaksanaan secara online bukan berarti sebuah perayaan harus kehilangan kemeriahannya. Justru dengan memanfaatkan berbagai fitur dan kreativitas yang tersedia, acara tetap dapat memberikan kesan yang berkesan bagi peserta maupun penonton. Efisiensi teknis memang penting, tetapi semangat kebersamaan juga tidak kalah penting dalam merayakan perjalanan satu dekade.
Baca juga: Apakah Mahasiswa Lokal Bisa Bersaing di Dunia Internasional?
Penulis: Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang






