Beranda / Opini / Beban Tugas Rumah (PR): Masih Relevankah untuk Siswa Modern?

Beban Tugas Rumah (PR): Masih Relevankah untuk Siswa Modern?

Pekerjaan rumah atau PR sudah lama menjadi bagian dari proses pendidikan. Tugas diberikan untuk membantu siswa mengulang materi dan melatih tanggung jawab. Namun, ketika PR diberikan terlalu banyak, muncul pertanyaan: apakah tugas tersebut masih membantu proses belajar atau justru menjadi beban?

PR Bukan Sekadar Tumpukan Tugas

PR sebenarnya memiliki manfaat. Melalui tugas, siswa dapat mengingat kembali materi, melatih kemandirian, dan membangun kedisiplinan. Namun, banyaknya tugas tidak selalu berarti semakin banyak ilmu yang didapat.

Tugas yang sederhana tetapi mendorong siswa berpikir dapat lebih bermanfaat dibandingkan puluhan soal yang hanya dikerjakan secara berulang.

Ketika PR Menjadi Beban

Masalah muncul ketika tugas dari berbagai mata pelajaran datang bersamaan. Siswa akhirnya lebih sibuk mengejar tenggat waktu daripada memahami materi.

Kondisi ini juga dapat mengurangi waktu istirahat, bermain, berolahraga, maupun berkumpul bersama keluarga. Padahal, keseimbangan antara tuntutan akademik dan kebutuhan siswa tetap penting dalam proses pendidikan.

Pendapat Pakar Pendidikan

NFN Mujiono, dosen Teknologi Pendidikan Universitas Terbuka, menyoroti bahwa setiap siswa memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Menurutnya, pembelajaran perlu menggunakan model yang lebih inovatif agar tidak hanya mengandalkan tugas akademik yang dibawa pulang.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa PR sebaiknya tidak diberikan hanya karena sudah menjadi kebiasaan. Guru perlu mempertimbangkan tujuan, kemampuan siswa, serta bentuk tugas yang paling sesuai.

PR Perlu Beradaptasi dengan Zaman

Di era teknologi, siswa dapat memperoleh informasi dengan mudah melalui internet dan berbagai alat pembelajaran digital. Karena itu, PR sebaiknya tidak hanya berupa soal yang jawabannya mudah ditemukan.

Guru dapat memberikan tugas yang mengajak siswa mengamati lingkungan, mencari solusi terhadap masalah sederhana, berdiskusi, atau menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Bukan Dihapus, tetapi Diperbaiki

PR masih relevan bagi siswa modern selama diberikan secara proporsional dan memiliki tujuan yang jelas. Persoalannya bukan tentang perlu atau tidaknya PR, melainkan bagaimana tugas tersebut dapat benar-benar membantu siswa belajar.

Siswa tidak membutuhkan lebih banyak tugas untuk membuktikan bahwa mereka belajar. Mereka membutuhkan tugas yang membuat mereka memahami, berpikir, dan berkembang.

Baca juga: Benarkah Organisasi Berpengaruh pada Karier Mahasiswa Kini ?

Penulis: Fitri Nur

Sumber gambar: Dream.co.id

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *