rayantara.com – Dalam dunia Pendidikan, setiap perubahannya tidak terlepas dari huru-hara politik serta kebijakan pemerintah. Sosok yang dikenal sebagai figur dalam dunia Pendidikan dalam beberapa tahun terakhir yaitu Nadiem Makarim, seorang pendiri Gojek yang juga seadng menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Hadirnya menciptakan nuansa yang baru di dunia politik Pendidikan Indonesia, dan juga menciptakan adanya perdebatan publik.
Kemudian, dampak politik apa yang disebabkan oleh Kebijakan Nadiem, dan kenapa perannya dianggap penting untuk masa depan dunia Pendidikan nasional?
Mengapa Peran Nadiem Penting dalam Politik Pendidikan
Masuknya Nadiem ke kabinet Jokowi pada usia yang relatif muda merupakan langkah yang tidak biasa dalam politik Indonesia. Ia membawa gaya kepemimpinan ala startup ke birokrasi, dengan fokus pada inovasi, efisiensi, dan digitalisasi.
Dalam konteks politik pendidikan, kebijakan yang dikeluarkannya bukan sekadar teknis, melainkan memengaruhi interaksi antara pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat. Keputusan yang diambil memiliki implikasi luas, baik dari sisi pembelajaran, standar pendidikan, maupun struktur birokrasi di kementerian.
Arah Kebijakan dan Inovasi Nadiem
Beberapa kebijakan utama yang menjadi sorotan publik antara lain:
- Merdeka Belajar
Konsep ini menekankan fleksibilitas dalam kurikulum dan metode pembelajaran. Siswa diberi lebih banyak pilihan dalam menentukan jalur belajar, sementara guru didorong untuk berinovasi. Secara politik, ini menandai pergeseran wewenang dari pusat ke sekolah dan individu, yang sebelumnya lebih terpusat.
- Digitalisasi Pendidikan
Pandemi mendorong akselerasi pembelajaran digital. Nadiem mendorong penggunaan platform daring, e-learning, dan literasi digital di sekolah. Langkah ini mengubah wajah pendidikan dan memperkenalkan agenda teknologi ke dalam ranah politik pendidikan.

sumber : freepick.com
- Reformasi Ujian dan Kurikulum
Beberapa kebijakan terkait ujian nasional dan kurikulum menimbulkan perdebatan. Misalnya, penghapusan UN berbasis nilai akhir dan pemberian penilaian lebih holistik. Dalam ranah politik, hal ini menimbulkan pergeseran kekuasaan evaluatif dari pemerintah pusat ke sekolah dan guru, sekaligus menantang norma lama.
Kontroversi dan Tantangan Politik
Setiap kebijakan besar pasti menimbulkan perdebatan. Beberapa kritik terhadap Nadiem antara lain:
- Dari guru dan orang tua: beberapa merasa kebijakan Merdeka Belajar terlalu idealis dan sulit diterapkan di lapangan.
- Dari DPR dan publik: beberapa kebijakan dianggap terburu-buru atau kurang sosialisasi, sehingga memunculkan ketidakpastian.
- Implementasi di daerah: infrastruktur digital yang tidak merata menimbulkan tantangan tersendiri dalam realisasi kebijakan.
Kontroversi ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya soal pedagogi, tapi juga arena politik di mana kepentingan, opini publik, dan birokrasi saling bertemu.
Peran Akademik dan Masyarakat
Bagi akademisi, guru, dan mahasiswa, kebijakan Nadiem membuka ruang kajian penting: bagaimana pendidikan berevolusi mengikuti dinamika politik dan teknologi. Studi akademik dan kritik konstruktif dapat membantu mengidentifikasi hambatan, memperbaiki implementasi, dan memastikan bahwa kebijakan tetap berpihak pada kualitas pendidikan.
Penutup
Nadiem Makarim adalah contoh politisi baru yang membawa gaya inovatif dan teknologi ke ranah politik pendidikan. Dampak kebijakan yang ia keluarkan tidak hanya terlihat dalam kurikulum atau ujian, tetapi juga dalam struktur kekuasaan, partisipasi sekolah, dan interaksi pemerintah dengan masyarakat.
Ke depan, keberhasilan kebijakan pendidikan Nadiem tidak hanya ditentukan oleh ide dan konsep, tetapi juga oleh cara seluruh pemangku kepentingan memahami, menerima, dan mengimplementasikannya secara konsisten. Pertanyaan yang tersisa: apakah pendekatan ala startup dalam politik pendidikan bisa menjawab tantangan kompleks pendidikan Indonesia secara menyeluruh?
Penulis : Elvina Ananda Trisna Widya
Baca Juga : Mengenal KUHP Baru: Langkah Modernisasi Hukum Pidana Indonesia







Satu Komentar