rayantara.com – Jakarta, 3 Desember 2025 — Di tengah kepedihan akibat banjir bandang yang melanda Sumatera Utara, masyarakat Indonesia bersama Ferry Irwandi kembali membuktikan bahwa gotong royong bukan sekadar kata—melainkan napas negeri ini. Gelombang kepedulian mengalir deras dari seluruh penjuru Indonesia, dan salah satu motor penggeraknya adalah penggalangan dana publik yang dilakukan melalui kampanye “Bantu Sumatra Kita” di Kitabisa.com.
Kampanye ini, yang dimulai pada 1 Desember 2025, berawal dari target kecil: Rp200 juta. Namun hanya dalam beberapa jam, dukungan publik meledak hingga menjadi salah satu penggalangan dana tercepat skala nasional pada tahun ini.
Ledakan Donasi untuk Sumatera: Dari 20 Menit, Tembus 24 Jam
Dalam video yang diunggah ke YouTube berjudul “10,3 Miliar Dari Warga Untuk Warga di Sumatera” oleh Ferry Irwandi, rangkaian donasi digambarkan sebagai sesuatu yang “di luar dugaan” dan “murni kekuatan warga” [00:13].
Rincian Pencapaian:
- 20 menit pertama: Donasi menyentuh Rp200 juta [03:02]
- 1 jam pertama: Menembus Rp1 miliar [03:02]
- 3 jam pertama: Total donasi mencapai Rp1 miliar
- 3 jam sesi live streaming: Total naik signifikan menjadi Rp5 miliar
- 12 jam live streaming: Menembus Rp8 miliar [03:15]
- 24 jam (1 hari penuh): Dana mencapai Rp10,3 miliar, disumbang lebih dari 87.000 orang [00:50]
Data akhir ini juga dipertegas melalui unggahan resmi Instagram Ferry Irwandi yang menyatakan bahwa total donasi mencapai Rp10,3 miliar dalam 24 jam.
Link kampanye (kini telah ditutup):
🔗 kitabisa.com/campaign/bantusumatrakita

Sumber : Kitabisa.com
Transparansi & Komitmen Penyaluran Bantuan
Dalam video lengkapnya, Ferry Irwandi menegaskan tanggung jawab penyaluran dana dengan prinsip:
- tepat sasaran [01:24]
- transparan, dengan laporan yang akan diunggah berkala [05:56]
- akuntabel, dengan pengawasan langsung hingga detail [04:32]
Ia juga menekankan bahwa tim akan fokus ke wilayah-wilayah terpencil atau terisolasi seperti daerah Tamiang yang belum mendapatkan distribusi bantuan memadai [05:05].
Bantuan yang akan disalurkan meliputi:
- kebutuhan pokok
- logistik bayi (seperti popok dan MPASI) [03:56]
- pakaian
- alat kebersihan
- fasilitas tempat tinggal sementara
- hingga peralatan untuk membersihkan lumpur yang memenuhi rumah warga
Warga Indonesia: Dari Penonton ke Pelaku Kemanusiaan
Respons publik tidak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga para kreator digital, influencer, komunitas kecil, hingga organisasi daerah.
Banyak YouTuber dan kreator melakukan charity livestream untuk memaksimalkan jangkauan donasi. Beberapa di antaranya mengarahkan penontonnya langsung ke kampanye Ferry Irwandi di Kitabisa—menjadikan momentum ini sebagai salah satu momen crowdfunding terbesar yang lahir dari kekuatan media sosial.
Fenomena ini memperlihatkan pola baru gotong royong era digital:
saling membantu tanpa harus berada di lokasi bencana.

Sumber : Youtube Ferry Irwandi – 10,3 Miliar Dari Warga Untuk Warga di Sumatera
Solidaritas yang Tak Habis oleh Waktu
Meski kampanye “Bantu Sumatra Kita” telah resmi ditutup, kepedulian tidak berhenti.
Kamu yang belum sempat berdonasi pun tetap bisa membantu dengan banyak cara: menyebarkan informasi yang benar, mengikuti update penyaluran bantuan, atau mendukung komunitas lokal yang membantu proses pemulihan.
Dari Luka Menjadi Gerak Bersama
Di tengah bencana yang merenggut rumah, harapan, dan rasa aman, masyarakat Indonesia justru hadir sebagai kekuatan pemulih. Rp10,3 miliar dalam 24 jam bukan sekadar angka—itu adalah bukti bahwa saat satu wilayah terluka, seluruh negeri ikut bergerak.
Bencana memang membawa air mata, tetapi solidaritas membawa harapan.
Dan harapan itulah yang kini sedang dibawa pulang menuju Sumatera.
Penulis : Muhammad Nur Imam
Sumber : Youtube Ferry Irwandi – 10,3 Miliar Dari Warga Untuk Warga di Sumatera
Baca Juga : Update Terbaru: Banjir Bandang di Sumatera — Korban 604 Jiwa, Ribuan Hilang & Luka, Pemulihan Masih Jalan






