Home / Seni & Budaya / Series / Terbuang dalam Waktu: Melodi Kerinduan yang Mewah

Terbuang dalam Waktu: Melodi Kerinduan yang Mewah

Barasuara tidak pernah gagal menyajikan komposisi yang kaya, dan lagu Terbuang dalam Waktu adalah mahakarya terbarunya. Jauh dari sekadar lagu pengisi film, lagu ini adalah sebuah perjalanan emosional yang diperkaya oleh lirik puitis dan aransemen musik megah. Rayantara mengajakmu membedah kenapa lagu ini wajib masuk playlist refleksi malammu.

Barasuara (Sumber gambar: rri.co.id)

1. Lirik: Ruang Gelap dan Jejak Abadi

Lirik yang ditulis oleh Asteriska dan Iga Massardi ini adalah inti dari melankolia. Diksi yang dipilih terasa sangat puitis dan bernuansa sendu:

“Angan tenggelam dalam kabut dan amarah
Luka terkuak dan menggebu tanpa arah
Tangis yang terbendung
Terbuang dalam waktu
Yang meluruh

Ini bukan sekadar lagu cinta biasa. Liriknya berbicara tentang nostalgia yang menyakitkan dan penerimaan takdir. Frasa “Terbuang dalam Waktu” itu sendiri mengacu pada perasaan terasing di tengah perubahan, di mana hanya kenangan dan jejak seseorang yang tetap abadi. Ada rasa kehilangan yang dalam, namun dibungkus dengan keindahan filosofis. Intinya, ini adalah surat cinta untuk masa lalu yang tak bisa kembali.

2. Musik: Orkes Megah di Balik Nuansa Folkloric

Erwin Gutawa (sumber gambar: pophariini.com)

Secara musikal, “Terbuang dalam Waktu” adalah perpaduan jenius antara ciri khas Barasuara dan sentuhan orkestra yang mewah.

  • Intimasi dan Dinamika: Lagu ini dibuka dengan nuansa yang intim dan akustik, dengan vokal Asteriska dan Puti Chitara yang berbisik merdu, seolah mengajak pendengar masuk ke dalam ruang sunyi tersebut.
  • Orkestra Erwin Gutawa: Kekuatan terbesar lagu ini datang dari sentuhan aransemen orkestra oleh maestro Erwin Gutawa dan penggarapan yang direkam bersama Czech Symphony Orchestra. Bagian climax lagu terasa begitu dramatis dan sinematik, mampu memicu rasa haru yang luar biasa tanpa harus berteriak. Musiknya naik, mengisi seluruh ruang, menciptakan perasaan bahwa kerinduan itu adalah sesuatu yang besar, agung, dan tak terhindarkan.

Perpaduan elemen gitar khas Iga Massardi dan Gerald Situmorang yang kuat dengan sound orkestra membuat lagu ini terdengar kokoh dan berlapis, membuktikan kualitas Barasuara sebagai salah satu band paling visioner di Indonesia.

3. ‘Jabat Tangan Scene’ yang Menguras Emosi

Cut Scene Film Sore 2025 (Sumber gambar: tatkala.co)

Tidak heran jika lagu ini dipilih menjadi soundtrack utama film “Sore: Istri dari Masa Depan”. Kekuatan emosional lagu ini mencapai puncaknya saat ia mengiringi salah satu adegan paling iconic dan menguras air mata di film tersebut: adegan jabat tangan antara tokoh utama.

Dalam adegan tersebut, semua emosi—perpisahan, takdir yang harus diterima, dan janji yang terikat oleh waktu—melebur jadi satu. Dentingan piano dan gesekan biola Barasuara seolah menjadi score sempurna yang menguatkan pemahaman penonton: bahwa ada cinta yang begitu kuat, namun harus terbuang dalam waktu demi takdir yang lebih besar. Adegan itu membuktikan bahwa soundtrack bukan hanya background, melainkan senjata emosional utama sebuah film.

Akhir Kata

“Terbuang dalam Waktu” mungkin menjadi lagu yang merangkum kerinduan banyak orang.

Rayantara percaya setiap orang pasti punya lagu, lirik, atau melodi yang sama berkesannya, yang punya kisah, atau bahkan yang mengingatkan pada adegan penting dalam hidupmu.

Punya lagu favorit yang punya makna mendalam? Lagu yang mengiringi momen paling penting dalam hidupmu? Atau soundtrack film yang menurutmu paling underrated? Rayantara siap menjadi panggung untuk kisahmu!

Klik di sini!

Mari kita perluas playlist dan kisah-kisah indah ini bersama-sama!

Penulis: Rifat Ardan Sany

Sumber gambar sampul: youtube.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *