Belakangan ini, banyak orang mulai rajin olahraga secara tiba-tiba. Mereka mengubah jalan pagi menjadi running, mencoba padel yang sedang naik daun, dan mengisi akhir pekan dengan mendaki gunung. Banyak orang mengikuti tren ini bukan hanya demi sehat, tetapi juga karena mereka takut tertinggal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat menjadikan olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari gaya hidup. Media sosial mendorong orang melihat tren dengan cepat, lalu membuat mereka ingin mencoba hal yang sama.

Sumber: koranpelita.co
Ini deretan 5 tren olahraga yang bikin FOMO yang lagi ramai banget:
- Running
Banyak orang mulai lari karena terlihat mudah dan bisa dilakukan kapan saja. Tren ini makin viral lewat event fun run dan konten di media sosial. - Padel
Padel jadi olahraga baru yang terasa modern dan seru dimainkan bareng teman. Banyak orang ikut karena ingin mencoba tren yang lagi hits. - Mendaki Gunung (Hiking)
Hiking menarik karena memberi pengalaman petualangan dan rasa bangga saat sampai puncak. Aktivitas ini juga sering jadi konten populer di akhir pekan. - Gym & Strength Training
Banyak orang mulai rutin ke gym untuk membentuk tubuh lebih kuat dan sehat. Tren ini juga didorong oleh motivasi dari influencer fitness. - Bersepeda (Cycling)
Bersepeda kembali ramai karena bisa olahraga sambil jalan-jalan santai. Komunitas sepeda yang besar membuat aktivitas ini terasa lebih seru dan sosial.
Manfaat Olahraga di Masa Tua
Jika orang melakukan olahraga secara rutin, mereka bisa menjaga kesehatan tubuh hingga usia lanjut. Aktivitas fisik memberi dampak positif yang nyata, seperti:
- Menjaga tubuh tetap kuat
Orang tua yang aktif bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri. - Menyehatkan jantung
Jalan kaki ringan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. - Membuat sendi lebih lentur
Gerakan sederhana mencegah tubuh menjadi kaku dan mudah pegal. - Menstabilkan suasana hati
Olahraga membantu otak melepaskan hormon bahagia sehingga orang tidak mudah stres. - Meningkatkan kualitas hidup
Orang tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih nyaman.
Namun, orang juga harus tetap berhati-hati. Ketika seseorang berolahraga hanya karena ikut-ikutan, ia sering mengabaikan persiapan. Banyak orang memaksakan diri berlari tanpa latihan, atau mendaki tanpa pengetahuan yang cukup. Akibatnya, olahraga yang seharusnya menyehatkan justru bisa menimbulkan cedera dan tekanan sosial.
Pada akhirnya, tren olahraga memang membawa dampak baik jika masyarakat menjadi lebih aktif. Namun, setiap orang perlu memilih olahraga sesuai kemampuan dan tujuan pribadi. Olahraga akan terasa lebih bermanfaat jika seseorang melakukannya karena kebutuhan tubuh, bukan sekadar karena takut tertinggal tren.
Baca Lainya: Mahasiswa UNPAM Hadirkan Perpustakaan Digital di MAK UI Jakarta
Penulis: Nasywa Sakha







Satu Komentar